TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Wisata

Triangle Diamond Banyuwangi Bakal Terang Benderang, Kok Bisa?

19/02/2020 - 21:12 | Views: 3.65k
PLN dan Pemkab Banyuwangi Meresmikan Jaringan Listrik di Taman Nasional Alas Purwo dan Desa Sukamade (Foto : Roghib Mabrur/Times Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Dalam mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Triangle Diamond Banyuwangi yakni Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, dan Pantai Sukamade, Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama Pemkab Banyuwangi secara simbolis meresmikan jaringan listrik di Alaspurwo dan desa Sukamade. 

Peresmian dilakukan di Pos Pancur, Taman Nasional Alaspurwo, Banyuwangi, Rabu (19/02/2020).

Kebutuhan listrik ini menjadi kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat. Terutama untuk mendukung kegiatan ekowisata di ketiga destinasi berkelas dunia tersebut.

General Manajer PT. PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril menyatakan bahwa PLN hadir untuk membantu masyarakat yang wilayahnya belum teraliri jaringan listrik seperti di Alaspurwo dan Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Hal ini karena sebelumnya masyarakat dusun Sukamade selama 74 tahun belum mendapat akses listrik.

"Kita tidak menghitung apa rugi apa enggak, itu PLN adalah milik BUMN seratus persen bangsa Indonesia, jadi kita kunci bahwa fungsi bisnis juga ada tetapi fungsi sosial juga ada dan ini adalah tugas kita sebagai bangsa Indonesia, bagaimana seluruh bangsa Indonesia itu menikmati listrik," kata Bob Saril.

Selain untuk menunjang pengembangan pariwisata, peresmian jaringan listrik ini juga sebagai kesiapan menyambut ajang kompetisi surfing dunia yaitu World Surf League (WSL) Championship Tour 2020 yang dihelat di Pantai G-Land, Alas Purwo pada 4 - 14 Juni 2020 mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PLN. Karena triangle diamond yang menjadi konsep dasar pengembangan wisata Banyuwangi telah tersambung listrik.

"Mudah-mudahan tersambungnya listrik ini telah menyalakan beberapa desa dan titik penting di Banyuwangi, sekaligus menyalakan semangat baru bagi Banyuwangi," kata Anas.

Anas menjelaskan bahwa untuk membangun pariwsata ini bukan hanya 5 atau 10 tahun saja, tetapi ratusan tahun, karena membangun pariwisata adalah membangun peradaban. Ia juga menekankan wisata alam yang dikembangkan harus mengedapankan kelestarian alam.

"Target kami titik-titik ini tetap eco, jadi tidak ada wisata masif yang dikembangkan disini atau mass tourism, tetap wisata terbatas berbasis alam, harapan kami ke depan akomodasi yang lebih represntatif," imbuhnya.

Sementara itu, total jaringan listrik yang ada di Taman Nasional Alas Purwo sepanjang 26 Kilometer, sedangkan jumlah kepala keluarga yang mendapat bantuan aliran jaringan listrik di dusun Sukamade sebanyak 300 KK sejauh 12 kilometer.

UP3 PLN Banyuwangi Krisantus H Setyawan mengungkapkan pertumbuhan pelanggan listrik di Banyuwangi tertinggi di Jawa Timur sebesar 12 persen dengan jumlah pelanggan se Banyuwangi per januari 2020 sebanyak 515.628 pelanggan.

"Per januari tahun 2019 lalu jumlah pertumbuhan pelanggan di Banyuwangi hanya 4 persen, sedangkan untuk januari tahun ini mencapai 12 persen, tertinggi di Jawa Timur," ungkap Kris.

Kris menambahkan faktor yang membuat angka pertumbuhan pelanggan listrik di Banyuwangi tinggi karena salah satunya disebabkan pertumbuhan perumahan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Copyright © 2020 TIMES Banyuwangi
Top

search Search