TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Setnov Sebut Ganjar Terima Uang E-KTP, KPK Siap Mendalami

09/02/2018 - 13:53 | Views: 11.44k
ILUSTRASI: Setya Novanto (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  akan mendalami pengakuan mantan Ketua DPR, Setya Novanto soal adanya aliran dana proyek E-KTP ke saku Gubernur Jawa Tangah Ganjar Pranowo. 

"Tentu kita harus lihat kesesuaian bukti satu dengan yang lainnya. Barulah kami bisa mendalami fakta-fakta persidangan tersebut," papar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan teks, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Dalam persidangan kemarin, terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP Setya Novanto menyebut aliran dana ke Ganjar itu berdasarkan laporan dari Mustokoweni, Ignatius Mulyono, Miryam S Haryani, dan Andi  Agustinus alias Andi Narogong.

"Tentu saja fakta persidangan perlu dicermati terlebih dahulu, misalnya dikatakan Setya Novanto mendengar dari Andi Agustinus," katanya.

Febri menyarankan, bila Setya Novanto ingin membuka peran pihak lain yang terlibat dalam skandal kasus megaproyek ini agar disampaikan dipersidangan atau dalam penyidikan. 

Kata dia, proses persidangan maupun penyidikan terbuka kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar ini untuk mengungkap peran pihak lain. 

"Meskipun keterangan tersebut harus kita kroscek dan kita pastikan kesesuaian atau tidak kesesuaian dengan bukti-bukti atau saksi yang lain," tukas Febri. 

Tambahan informasi, sidang lanjutan kasus korupsi proyek E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar di Penngadilan Tipikor, Jakarta Pusat kemarin, Kamis (8/2/2018).

Pada persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum turut menghadirkan sejumlah saksi, salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia dimintai kesaksiannya selaku mantan Wakil Ketua Komisi II DPR.

Nama Ganjar kembali disebut Setya Novanto akan keterlibatnyaa dalam kasus yang membuat negara merugi hingga 2,3 triliun tersebut. 

Sebelumnya, tim kuasa hukum Setya Novanto pernah mempertanyakan hilangnya nama Ganjar, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly serta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam surat dakwaan.

Padahal, dalam surat dakwaan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, Ganjar, Yasonna dan Olly tertera sebagai pihak yang diduga diperkaya dalam proyek E-KTP. 

Ganjar disebut menerima uang panas e-KTP sebesar US$520 ribu, Yasonna US$84ribu, Ganjar dan Olly sebesar US$1,2 juta. Namun, mereka bertiga membantah telah menerima uang dari proyek senilai Rp5,8 triliun tersebut.(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search