TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Asidewi Melebur ke Pokdarwis Karena Lebih Linear

09/02/2018 - 08:14 | Views: 10.43k
Suasana acara fasilitasi dan koordinasi pokdarwis Kabupaten Malang di Pujihardjo. (FOTO: Widodo Irianto/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Sebuah keputusan yang strategis akhirnya terwujud yaitu meleburnya Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) ke dalam Forum Kelompok Sadar Wisata (Fokodarwis) yang diketuai HM. Purnomo Anshori , SE.MM.

Keputusan itu terjadi dari hasil pertemuan dan diskusi tentang penguatan desa wisata yang diselenggarakan pada Selasa (6/2/2018) hingga Rabu (7/2/2018) malam di desa wisata Pujihardjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Asidewi Kabupaten Malang sendiri sempat dikukuhkan pada 6 April 2016. Secara linear, garis lurus, Fokodarwis masuk ke dalam lembaga yang diakui Kementerian Pariwisata. Maka tidak salah bila penggiat desa wisata di Kabupaten Malang memilih ke dalam satu organisasi kepengurusan desa wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang,  Made Arya Wedanthara SH MSi kepada TIMES Indonesia, Jumat (9/2/2018) pagi mengatakan, peleburan itu sangat penting bagi kemajuan desa wisata di Kabupaten Malang ke depan.

"Kami tentu berharap dengan Forkodarwis desa wisata di Kabupaten Malang akan terus berkembang dan kuantitasnya makin bertambah. Karena Kabupaten Malang memiliki banyak desa yang layak untuk dikembangkan menjadi desa wisata," ujar Made.

Fokodarwis.jpg

Pokdarwis adalah lembagaan masyarakat yang memiliki kepedulian serta berperan sebagai penggerak kepariwisataan.

Lembaga ini juga memiliki payung hukum diantaranya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang Kebijakan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata, dan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Karena garis lurusnya jelas itulah, dalam kesempatan berbeda,  Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna pernah menegaskan bahwa kemajuan pariwisata di Kabupaten Malang juga membutuhkan keterlibatan seluruh instansi (OPD) yang ada.

Seyogyanya bukan peranan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saja, melainkan dinas-dinas lainnya juga harus aktif. "Tampilkan seluruh potensi yang ada dalam dunia pariwisata ini. Dan ini bukan tugas dinas pariwisata saja," ucapnya. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search