TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Kabupaten Malang Emas

Pengembang KEK Singosari Komitmen Ajak Masyarakat Singosari

08/02/2018 - 16:27 | Views: 10.26k
Acara sosialisasi dan konsultasi Studi Amdal pembangunan KEK Singosari. (foto: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Pengembang PT Intelegensia Grahatama (IG) memberi jaminan akan menjaring tenaga kerja lokal  dalam apabila pembangunan Kawasan Ekonomi Khusu (KEK)  Singosari mulai dilakukan.

General Manager PT IG, Kris Widiat Praswanto usai sosialisasi dan konsultasi studi amdal pembangunan kawasan KEK Singosari, Rabu (8/2/2018) siang kepada TIMES Indonesia mengatakan, pertimbangan memanfaatkan tenaga lokal Singosari itu sudah direncanakan sejak rencana pembentukan KEK masih tahap perencanaan awal. 

"Jadi tidak usah mengkhawatirkan kami. Kami sudah komitmen sejak awal akan mengajak masyarakat Singosari,  khususnya masyarakat tiga desa Langlang-Purwoasri-Klampok. Sama sekali tidak terlintas dalam benak kami akan menomer sekian-kan masyarakat dari tiga desa itu," ucapnya.

Masalah keterlibatan tenaga kerja dalam upaya pembentukan KEK Singosari, memang paling banyak muncul dalam sesi pertanyaan pada acara sosialisasi dan konsultasi yang diprakarsai Camat Singosari Eko Margianto. AP. S Sos itu. 

Camat Margianto juga mengingatkan bahwa untuk pembentukan KEK,  bukan sebuah persoalan yang gampang dan cepat dalam waktu satu atau dua tahun. 

kek-sosisalisasi1.jpg

KEK Nusa Dua, Bali itu membutuhkan waktu 30 tahun untuk bisa berjalan seperti sekarang ini.  Begitu juga KEK Mandalika waktunya sampai 20 tahun hingga terwujud dengan baik. "Mungkin kalau KEK Singosari waktunya terwujud puluhan tahun apalagi sampai 30 tahun, saya sudah busuk, " ujar Margianto. 

Sebanyak 52 orang perwakilan masyarakat desa-desa tersebut memang diundang untuk diajak berbicara soal itu. Selain diajak berbicara dan diberi kesempatan usul, mereka juga disodori kertas untuk menyampaikan gagasan dan uneg-uneg mereka. 

Sementara yang tampil di depan,  dari PT IG diwakili Kris Widiat Praswanto dan Mardikan, sementara dari Universitas Brawijaya diwakili Pusat Kajian Sumberdaya Air dan Lingkungan.

Selain banyak mencuatkan soal ketenaga kerjaan, perwakilan masyarakat itu juga mengusulkan pembuatan embung, penanganan drainase agar Singosari tidak kedelep (tenggelam) karena kebanjiran dan sebagainya. 

Menurut Edy, dari pusat kajian sumberdaya air dan lingkungan Universitas Brawijaya, pembuatan embung itu juga ada baiknya, namun harus melalui penelitian dan mekanisme yang cukup panjang. "Tetapi sekali lagi itu usulan yang baik. Mumpung ada investor kaya ini, maka cantolkan saja dalam usulan tertulis itu," kata Edy. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search