TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Gaya Kepemimpinan Kekeluargaan Ada di Disnaker Kabupaten Malang

24/01/2018 - 14:58 | Views: 4.31k
Gaya Yoyok Wardoyo dalam membentuk sebuah ikatan kekeluargaan di dinas yang dipimpinnya. Mengajak sarapan bagi bersama sambil berbincang dari hati ke hati. (FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Gaya kepemimpin seorang pejabat memang bervariatif. Tidak banyak yang dalam memimpin polanya berbasis kekeluargaan. Dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Yoyok Wardoyo bisa melakukannya. 

Ia berprinsip basis kekeluargaan sangat penting dan perlu untuk ditumbuhkan. "Karena tatkala ada apa-apa yang kali pertama tahu dan mengerti adalah para pegawai. Karena setiap hari kami berkutat bersama, senang, sedih bersama. Maka tidak ada salahnya bila kami menjadi sebuah Keluarga Besar," kata Yoyok. 

Dalam membentuk jiwa kekeluargaan dalam sebuah instansi, memang tidaklah gampang. Namun bagi Yoyok, hal itu perlu dimulai.

Yoyok-Wardoyo-2.jpg

"Tidak perlu dengan teori yang muluk-muluk. Karena yang kita ajak ini adalah sosok-sosok yang berakal," ujarnya. 

Karena itu pendekatan yang dilakukan Yoyok juga sederhana. Ia tidak memasang sekat antara seorang pimpinan dengan bawahan. Ia lantas menyebut bahwa dirinya adalah pimpinan tapi juga sekaligus teman, kakak sekaligus bapak. 

Maka tidak mengherankan bila Yoyok kemudian sering melakukan pendekatan kekeluargaan kepada stafnya yang sudah PNS maupun tenaga kontrak. 

Kepada mereka yang PNS para kepala bidang sering diajak sarapan bersama setiap pagi sembari diajak evaluasi kerja. Kepada para pegawai kontrakan, jugq demikian. Mereka diajak sarapan pagi sambil evaluasi semangatnya. 

Terkadang mereka juga diajak apel bersama. "Pokoknya dimanapun ada kesempatan bisa berkumpul kami akan selalu shering," tuturnya.

Yoyok-Wardoyo-3.jpg

Seperti yang dilakukannya Rabu (23/1/2018) pagi. Ia mengajak sarapan pagi 20 an staf kontraknya. Mereka diajak dialog dari hati ke hati seputar kinerja mereka.

"Ya saya tanya kerasan apa tidak. Kalau tidak kerasan apa alasannya dan sebagainya.  Hanya seputar itu yang kami tanyakan," kata Yoyok lagi. 

Bahkan yang sedang berpacaran pun tidak lepas dari pemantauan Yoyok. Hal itu dianggap penting untuk membangun sebuah iklim kekeluargaan sehingga mereka memahami tupoksinya masing-masing. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search