TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Ini Biskuit Kurma Atasi Mual Ibu Hamil Karya Mahasiswa Unusa

24/01/2018 - 15:13 | Views: 12.86k
Bik Nunnah Mringis, kukis lezat berbahan dasar kurma karya mahasiswa Unusa ini telah mendapatkan dana hibah dari Kemenristekdikti, Selasa (23/1/2018). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Mual pada pagi hari (morning sickness) kerap kali dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama. Banyak cara dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat.

Asam folat sendiri banyak ditemukan pada buah kurma, adalah buah yang disunnahkan Rasulullah Muhammad SAW untuk dikonsumsi, karena kandungannya sangat bermanfaat bagi tubuh. 

Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), menciptakan inovasi baru dari buah kurma dalam bentuk kukis lezat untuk membantu ibu hamil (bumil) mengurangi rasa mual ini.

Mahasiswa-Unusa-buat-kukis.jpg

Mereka berkolaborasi membuat produk yang diberi nama Bik Nunnah Mringis, atau Biskuit Nutrisi Sunnah Atasi Morning Sickness.

Nama yang sangat unik untuk produk biskuit tersebut, mendapatkan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2017.

Sebelum mendapatkan hibah, sudah melalui banyak tahapan salah satunya adalah monitoring evaluasi dari reviewer Kemenristekdikti. 

Mereka adalah Wahyu Erisa Fitri, Nurul Afifatul Azizah, Tika Pratama Putri merupakan mahasiswa D3 Kebidanan dan Khoirun Nabiia mahasiswa 51 Keperawatan.

Ketua Kelompok, Nurul Afifatul Azizah mengatakan, tidak menyangka akan lolos seleksi Kemristekdikti untuk mendapatkan hibah program KBMI. 

”Kami hanya membuat proposal, kami ikutkan dan Alhamdulillah berhasil, kita maksimalkan semua ide,” ujarnya, Selasa (23/1/2018). 

Mahasiswa-Unusa.jpg

Dikatakan Afif, proposal terkirim Juli 2017 ke panitia seleksi. Pada akhir Agustus diumumkan mendapatkan hibah senilai Rp 30 juta dari Rp 35 juta yang diajukan. Dari dana yang cair, 80 persen dibuat untuk proses produksi. 

Afif mengatakan, dia dan teman-temannya sengaja memilih bahan baku kurma karena kandungan nutrisinya. Antara lain karbohidrat, glukosa, kalsium, vitamin B, serta asam folat untuk mengatasi mual muntah ibu hamil pada semester satu. 

“Kami pernah ikut seminar tentang kandungan buah kurma. Karenanya saya membuat sesuatu dari kurma ini,” terang Afif.

Diakuinya, kurma sangat bagus untuk menggantikan nutrisi bumil yang berkurang karena mengalami morning sickness. Morning sickness sangat mempengaruhi pertumbuhan janin karena sang ibu sulit untuk mengonsumsi makanan. 

“Morning sickness banyak dialami para bumil di trimester pertama. Dari saya praktik di bidan mandiri, 80 persen ibu hamil yang datang itu mengalami morning sickness. Karena itu kami semakin bertekad untuk membuat sesuatu yang bias mengurangi rasa mual dan juga bisa menggantikan nutrisi ibu morning sickness,” jelasnya. 

Tak mengherankan, Bik Nunnah Mringis itu pun disukai para ibu hamil yang datang ke tempat praktik mereka. 

”Katanya bisa mengurangi rasa mual. Alhamdulillah berhasil," tukas Afif. 

Sedangkan untuk bahan - bahan untuk membuat seporsi Bik Nunnah Mringis ini adalah mentega 150 gr, tepung terigu 200 gr, telur ayam 1 butir, kurma 14 butir, susu bubuk 100 gr, tepung maizena 25 gr, dan gula bubuk 75 gr. Tanpa bahan pengawet maupun pewarna.

Semua bahan tersebut dicampur menjadi adonan kue, sedangkan kurma direndam diambil sari airnya. Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam plastik selanjutnya untuk dicetak berbentuk kepingan. Agar lebih cantik dan memaksimalkan manfaatnya, buah kurma yang direndam dipotong kecil - kecil lalu ditaburkan di atas kepingan biskut.

Kini, Afif dan kawan-kawan sudah berhasil memproduksi Bik Nunnah Mringis 6 kali dalam sebulan di mana satu kali produksi bisa menghasilkan 4O pak berisi 300 gram atau 15 keping biskuit. Mereka pun menjualnya dengan harga Rp 28 ribu per pak.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Saleha, mengaku senang mahasiswa Unusa mulai giat untuk mengikuti kompetisi yang digelar Kemristekdikti.

Karena dengan mengikuti ajang-ajang seperti itu tidak hanya mengangkat nama mahasiswa namun juga mengangkat almamater. 

”Empat mahasiswa itu semuanya adalah mahasiswa bidikmisi. Bangga dengan mereka,” pungkas Umdatus. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search