TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Pasangan Muda ini Tega Aborsi Bayi Mereka

23/01/2018 - 13:44 | Views: 9.37k
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris saat menginterograsi kedua tersangka (FOTO: Mulya Andika/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SIDOARJO – Pasangan muda yakni AK (22) warga RT 03 RW 03 Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan IEG (20) warga RT 002 RW 001 Balas Klumprik Wiyung, Surabaya tega melakukan aborsi hasil hubungan gelap mereka.

Pasangan yang sudah sekitar setahun menjalin hubungan ini mengaborsi janin yang baru berumur 6 bulan jalan ke 7 bulan. Setelah diaborsi, AK sengaja mengubur janin tersebut di area persawahan Desa Tawangsari Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Rencananya, AK dan IEG pada Maret 2018 mendatang akan melangsungkan pernikahan. "Kami akan menikah bulan Maret nanti, kami malu jika menikah kok sudah mengandung, alasan itu yang membuat kami merencanakan mengaborsi anak kami," pengakuan AK kepada TIMES Indonesia, saat gelar perkara di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (23/1/2018).

Menurut AK, akad nikah akan tetap mereka langsungkan pada Maret mendatang. "Kami akan tetap melangsungkan pernikahan bulan Maret mendatang meski di dalam tahanan Mapolresta Sidoarjo," jelasnya.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol, Muhammad Harris mengatakan pasangan muda ini sudah sepakat merencanakan dan dengan sengaja melakukan aborsi terhadap anak mereka yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

"Pengakuan kedua tersangka, aborsi itu dilakukan di tempat keduanya menginap di penginapan kawasan Medaeng Waru, Sidoarjo selama dua hari. Saat itu pengakuan tersangka IE meminum obat yang dipesannya lewat online. Harga dua setrip pil merk GL itu dibelinya senilai Rp 3 juta," kata Harris.

Lebih jauh, Harris mengungkapkan jika tersangka IEG sengaja meminum obat merk GL itu pada hari Senin (15/1/2018) pagi, dan pada Selasa (16/2/2018) sore, bayi itu keluar dalam kondisi sudah meninggal.

"Pengakuan keduanya, jika saat minum obat dengan jumlah banyak itu, perut IE mulai terasa mules dan sakit, dan pada Selasa sore janin hasil hubungan gelap mereka itu keluar dengan dibantu tersangka AK yang mengurut (memijat red) perut IEG," ungkapnya.

Mantan Kapolsek Simokerto, Surabaya ini menegaskan jika sebenarnya pada saat usia kandungan IE berumur dua bulan, keduanya juga pernah berusaha menggugurkan janinnya itu, tapi tidak berhasil.

obat-aborsi.mulya.jpgKanit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Rohmawati Laila SH menunjukkan barang pil jenis GL yang digunakan untuk menggugurkan kandungan (FOTO: Mulya Andika/TINES Indonesia)

Mendekati dua bulan tanggal pernikahan mereka, karena merasa malu dengan kedua orang tua mereka, serta jika menikah perut IE membuncit, maka keduanya merencanakan untuk mengaborsi bayi dalam kandungan yang memasuk usia 6 bulan jalan 7 bulan tersebut.

 "Alasan mengaborsi bayi karena mau menikah dan malu sama kedua orang tuanya. Untuk kedua tersangka ini akan kami jerat pasal 77A Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," tegasnya.

Sementara itu, tersangka IEG mengaku jika sampai saat ini perutnya masih terasa sakit sejak menelan obat yang sudah mengugurkan bayi yang dikandungnya itu.

"Perut saya masih sakit hingga hari ini, saya menyesal sudah mengaborsi anak saya,"sesal Irene.

Perlu diketahui AK dan IEG kepergok saksi Abdullah (48) petani Desa Gilang RT 24 RW 07 Kec Taman, sedang turun dari motor dan duduk di persawahan tempat akan mengubur bayi yang sudah dibungkus dengan tas kresek merah pada Rabu (17/1/2018) lalu.

polres-sidoarjo.mulya.jpg

Abdullah yang curiga, langsung mendekati keduanya. Saat keduanya ditanya, jawabnya menguburkan kucing lalu keduanya kabur. Abdullah yang curiga, langsung menggali tanah bekas digalih oleh keduanya dengan peralatan cangkul dan cetok.

Abdullah kaget bukan kepalang saat beberapa kedukan menggali tanah, melihat kaki bayi. Sontak Abdullah langsung berteriak memberitahukan warga.

Saksi Abdullah juga menjelaskan kepada petugas soal ciri-ciri pasangan yang dijumpahi tersebut fan akhirnya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Taman dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo. (*)

Jurnalis : Rudy Mulya
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search