TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Polres Lamongan Peduli Napiter

23/01/2018 - 18:37 | Views: 5.78k
Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung memberikan bantuan alat bubut bulu ayam ke Toni Sarunggalo, di Mapolres Lamongan, Selasa (23/1/2018). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, LAMONGAN – Kepolisian Resort (Polres) Lamongan, Jawa Timur, terus merangkul para mantan narapidana teroris (napiter) sebagai bentuk dari upaya deradikalisasi.

Yang terbaru, Polres Lamongan menyerahkan bantuan berupa alat bubut ayam ke mantan napiter, yang baru bebas dari Lapas Klas IIA Lamongan pada 27 Desember lalu, Toni Saronggalo.

"Ini adalah upaya deredikalisasi sebagai pembinaan agar mantan-mantan napi teroris ini diberdayakan,  salah satunya dengan berwirausaha," ucap Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung usai bantuan ke Toni Sarunggalo, di Mapolres Lamongan, Selasa (23/1/2018).

Untuk di ketahui, sebelum mendekam di tahanan, kurang lebih selama 2 tahun, Toni punya usaha dagang daging ayam ini. Namun, usaha itu berhenti saat Toni ditangkap Densus 88. “Toni ini punya usaha di perdagangan daging ayam,” ujarnya.

NAPITER1.jpg

Lebih lanjut, Feby berharap, Toni dapat melanjutkan hidupnya dengan baik lagi setelah diberi bantuan alat bubut bulu ayam itu. “Apa yang kami bantukan ini semoga bisa berguna," katanya didampingi Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi.

Lebih lanjut, Feby juga menyebut, pemberian bantuan ini sebagai bentuk sinergisitas antara Polres Lamongan dengan Yayasan Lingkar Perdamaian yang selama ini membina para mantan napiter.

"Kami berharap, ke depan kerjasama ini akan kami tingkatkan lagi dengan bentuk yang lain," tutur Feby.

NAPITER2.jpg
Toni terlihat sumringah setelah mendapat alat bubut bulu ayam sebagai penunjang usahanya berjualan ayam. “Saya berterimakasih, dan merasa senang, semoga alat bantuan ini bisa membantu pekerjaan saya,” katanya.

 

Pria yang kini tinggal di Kecamatan Glagah ini, mengaku sebelum mendapatkan bantuan alat tersebut, selama ini Ia harus mencabut bulu ayam ke Kota Lamongan.

“Selama ini ribet karena harus bolak-balik Lamongan ke Glagah hanya untuk mbubuti ayam," ucap Toni.

Lebih jauh, Toni berharap, usahanya lebih maksimal lagi setelah menerima bantuan alat tersebut. “Biasanya 1 hari saya bisa habis 25 ekor ayam, semoga adanya alat ini bisa lebih banyak,” ujarnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi. Ia berharap, Toni sudah bisa move on dan memulai usaha wirausahanya.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Polres Lamongan ini bisa menjadi contoh kegiatan deradikalisasi bagi Polres lainnya di Indonesia," tutur Ali Fauzi. (*)

Jurnalis : Ardiyanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search