TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Ini Agar Kentut Tak Bau

21/01/2018 - 05:21 | Views: 8.77k
ILUSTRASI: Minuman bersoda (FOTO: Vemale)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Buang gas atau kentut merupakan proses alami pada tubuh. Meski kentut adalah sesuatu yang normal dan sehat, faktanya hal ini juga bisa merepotkan. Bahkan, beberapa makanan tertentu dapat membuat kentut menimbulkan bau tidak sedap. Dilansir dari Klik Dokter, berikut ini beberapa makanan yang menyebabkan aroma kentut menjadi lebih menyengat.

1. Brokoli dan Kembang kol
Sayuran ini tinggi serat dan mengandung kadar serat yang tinggi dan jenis karbohidrat yang tidak mudah dicerna oleh tubuh. Menurut David M. Poppers, MD, PhD, ahli gastroenterologi dan profesor di New York University (NYU) Langone Health, bakteri yang terdapat pada usus besar bisa memanfaatkan serat untuk menghasilkan energi. Namun proses metabolisme ini dapat menimbulkan gas.

2. Susu, Keju dan Yogurt
Tidak semua orang dapat dengan mudah mencerna kandungan laktosa pada susu. Tubuh harus memiliki jumlah enzim laktase yang cukup untuk mencernanya. Pada akhirnya, proses metabolisme ini dapat membuat perut kembung dan sembelit. Fakta membuktikan bahwa semakin usia bertambah, orang semakin sulit untuk mencerna susu.

3. Kacang-kacangan
Menurut penelitian yang diterbitkan di Nutritional Journal, sebagian besar kacangan-kacangan mengandung serat dan gula yang tinggi. Bakteri pada usus  memecah gula ini untuk menghasilkan berbagai macam gas seperti hidrogen, metana, hingga belerang.

4. Minuman Bersoda
Pada umumnya minuman berkarbonasi mengandung pemanis buatan yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Pada akhirnya, gula yang tidak dapat dicerna oleh tubuh itu difermentasi oleh bakteri. Hal ini berdampak pada peningkatan frekuensi kentut.

5. Daging Sapi dan Babi
Daging sapi dan babi mengandung methionine, asam amino yang mengandung belerang yang menghasilkan aroma seperti telur busuk. Selain itu, lemak pada daging dapat memperlambat proses pencernaan. Hal ini otomatis akan memberi waktu pada bakteri untuk menghasilkan gas yang lebih menyengat. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search