TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Kader NU Maju di Pilkada, Ini Pesan Ketua PWNU

20/01/2018 - 06:26 | Views: 6.71k
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Mutawakkil Alallah. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Mutawakkil Alallah mengingatkan kedua kadernya, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa, yang akan berkompetisi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Hal ini juga berlaku bagi daerah yang memiliki calon kepala daerah dari kader NU.

Menurut Kiai Mutawakkil, NU secara organisasi tidak boleh berpolitik. Namun jika pilihan politik personal, PWNU Jatim memberikan kebebasan. Untuk itu, dia mengimbau agar warga NU tidak gampang mencatut logo organisasi maupun logo Badan Otonom (Banom) NU demi kepentingan politik personal. Khususnya saat masa kampanye Pilgub Jatim 2018.

"Untuk warga Nahdliyin dan Nahdliyat khususnya pengurus, dilarang menggunakan lambang-lambang Nahdlatul Ulama. Silakan aspirasi politiknya. Tetapi jangan menggunakan simbol-simbol organisasi. Baik itu NU maupun lambang Badan Otonom," kata Mutawakkil, Sabtu (20/1/2018).

Larangan tersebut sudah diatur dalam Aturan Dasar (AD) Aturan Rumah Tangga (AD/ART) NU yang telah diputuskan dalam Muktamar ke-33 di Jombang tahun lalu. "Itu sangat-sangat dilarang AD/ART organisasi," tegas pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, itu.

Apabila masih ada yang melanggar, khususnya pengurus NU di berbagai level, PWNU Jatim akan memberikan sanksi tegas. "Jika keterusan (memakai lambang NU), tentunya PWNU tidak akan tinggal diam. Kami akan berikan teguran keras," tegasnya.

KH Mutawakkil juga mengingatkan agar jangan sampai terjadi perpecahan sehingga tali persaudaraan menjadi luntur. 

"Yang penting, semua warga NU Jawa Timur, meski berbeda aspirasi politik, jangan sampai memecah persaudaraan, tetap menjaga, ukhuwah nahdliyiah, ukhuwah wathoniyah," tuturnya.

“Hindari ujaran kebencian, jangan sampai saling menjelekkan, apalagi saling memfitnah satu sama lain. Bersainglah secara sehat dan sampaikan program aksi nyata andalannya untuk kemajuan dan kesejahteraan Jawa Timur," tambahnya. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search