TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Tangkal Hoaks, Kapolresta Probolinggo Ngopi Bareng Netizen

18/01/2018 - 20:46 | Views: 13.23k
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurizal saat jumpa dengan netizen (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Memasuki tahun politik 2018, peran media dan jejaring sosial menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan. Baik untuk mengukur kemampuan calon, maupun sebagai salah satu barometer penentu kondusifitas wilayah.

Guna mengantisipasi terjadinya kericuhan selama gelaran Pilkada serentak, dan menjaga kondusifitas dunia nyata, Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal mengajak ngopi netizen.

Tujuannya, untuk memberikan edukasi dan pemahaman berjejaring sosial pada para netizen. Sehingga bisa mengontrol penggunaan jejaring sosial dengan lebih bijak.

Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan. Sebab, seiring berkembangnya alat komunikasi, dan memasuki tahun politik, masyarakat semakin mudah terpancing isu-isu sumir.

Untuk mengatasinya, perlu adanya edukasi yang tepat, sehingga masyarakat bisa mengikuti perkembangan tekhnologi. Tanpa mengabaikan pakem-pakem untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas di dunia nyata.

Dengan demikian, berita hoaks dan postingan yang berisikan sara, bisa ditekan dan diminimalisir.

“Sebab apa, tidak hanya tahun politik, kalau masyarakat tidak bisa membedakan mana hoaks mana tidak, bisa-bisa kondusifitas dan kamtibmas terancam,” kata Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, Kamis (18/1/2018).

Acara ngopi bareng netizen ini, digelar di ruang Rupatama Sanika Satyawada Mapolres Problinggo Kota.

Sambutan netizen pun, sangat baik dan antusias. Humas grup Informasi Lantas dan Kriminal Probolinggo, di jejaring sosial Facebook, Iwan Subagyo (40), mengatakan, pihaknya merasa sangat senang.

Dari pertemuan itu, ia jadi tahu, bagaimana menyaring setiap postingan yang masuk ke grup. Agar tidak berimplikasi hukum pidana, maupun mengancam kondusifitas dan kamtibmas di suatu wilayah.

Guna menyaring informasi unggahan anggota grupnya, Iwan menyebut, ada admin khusus yang menangani itu. Yakni dengan melakukan pengawasan ketat pada setiap unggahan.

Sehingga jika didapati ada foto yang berdarah-darah dan tidak patut menjadi konsumsi publik, maka pihaknya akan menarik foto tersebut. Mengeditnya, kemudian mengunggah sesuai dengan keterangan dari si pemberi informasi.

“Dengan himbauan dari kapolres, kami jadi tahu, ternyata ada rambu-rambu bersosial media. Bagaimana cara menulis yang benar,” pungkasnya. (*)

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search