TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Transplantasi Terumbu Karang di Kawasan Pariwisata Bali Terus Digalakkan

18/01/2018 - 13:47 | Views: 13.64k
Transplantasi penurunan 60 struktur terumbu karang. Dilaksanakan di Pantai Bali National Golf Club, Kawasan Pariwisata Nusa Dua yang bersebelahan dengan hotel The Regis Bali Resort. Kamis (18/1/2018).(FOTO Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BADUNG – Yayasan Nusa Dua Reef Foundation (NDRF) bersama PT Angkasa Pura (Persero), Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan Indonesia Tourism Development Corporation, (ITDC) Nusa Dua, melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang. 

Transplantasi penurunan 60 struktur terumbu buatan tersebut adalah bantuan dana CSR PT Angkasa Pura (Persero) Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai ini.

Transplantasi terumbu karang dilaksanakan di Pantai Bali National Golf Club, Kawasan Pariwisata Nusa Dua yang bersebelahan dengan hotel The Regis Bali Resort. 

Menurut Koordinator Pelaksana NDRF, Pariama Hutasoit mengatakan, bahwa ada 60 struktur jaring laba-laba yang dibuat dari bahan besi dengan di lapisi oleh antikarat mengunakan bahan resin, lalu di lapisi campuran bubuk fiberglass dan katalis diturunkan di kawasan perairan pariwisata Nusa Dua. 

"Satu struktur ini, bisa menampung transplntasi bingkai karang sebanyak 15 biji. Tetapi, bisa juga kami kurang dari itu, karena pertimbangan ketika karang itu besar akan melebar," jelasnya, Kamis (18/1/2018).

transplantasi-karang1.jpg

Untuk jenis karang yang ditransplantasi adalah karang keras. Seperti Genus Acropora, Montipora, Porites, dan Galaxs.

"Kami hanya mentrasplantasi karang keras. Karena karang keras adalah pembetuk terumbu karang. Karang ini sebagian kami membelinya dari budi daya di Serangan Denpasar," katanya.

Namun, juga digabung dengan bibit karang yang kami dapat dari alam. "Jadi total sejak tahun 2009 kami sudah mentransplasi 103 struktur terumbu karang," jelasnya. 

Sementara menurut Kepala Pendayagunaan dan Pelestarian BPSPL Denpasar, Mudasir, sebenarnya terumbu karang di Bali sudah mulai tergerus. 

transplantasi-karang2.jpg

"Untuk tingkat kerusakan terumbu karang di Bali, sudah mencapai 40 persen. Mungkin itu terjadi karena terkena alat-alat tangkap (ikan) atau dampak reklamasi dan pemanasan global. Tapi upaya kita secara pelan-pelan kita akan coba lestarikan. Sehingga wisatawan lebih tertarik ke Bali," ujarnya. 

Menurut Mudasir, tingkat kerusakan terumbu karang dari 40 persen kerusakan terumbu karang itu terjadi di wilayah Kuta dan Sanur. 

"Sekarang kita mulai mengarah kearah perbaikan. Harapannya, untuk lebih meningkatkan wisatawan. Untuk meningkatkan pariwisata di Bali. Selain itu, dengan adanya terumbuh karang itu, ikan pun akan bertambah," pungkasnya. (*)

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search