TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Sudah Saatnya Indonesia Tetapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara

16/01/2018 - 14:11 | Views: 12.15k
Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Imran. (FOTO: Solopos)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Imran mengatakan sudah saatnya Indonesia menetapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defense Identification Zone/ADIZ), untuk memaksimalkan pengamanan wilayah udara nasional.

"Indonesia memiliki wilayah udara yang luas. Letak dan kondisi geografis Indonesia yang terbuka membuatnya berpotensi mengalami masalah pelanggaran wilayah udara," katanya, di Jakarta, Selasa (16/1/2018) dilansir Antara.

Terlebih, tambahnya, kini wilayah udara di atas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) telah menjadi jalur penerbangan, dan seiring peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan, maka akan semakin banyak pesawat yang melintasi kawasan ALKI.

Dia menuturkan perkembangan teknologi membuat kekuatan udara sebagai aspek militer setelah darat dan laut mengalami percepatan dan perubahan terbesar. "Kita dihadapkan pada pada meluasnya spektrum ancaman di wilayah udara. Selain ancaman konvensional, ada juga ancaman-ancaman asimetris yang diperkirakan akan semakin mengemuka, di waktu mendatang," kata Imran.

Ancaman yang intens dengan teknologi itu memiliki spektrum yang sangat luas. Mulai dari wilayah antariksa, yang menjadi wilayah bersama masyarakat dunia, hingga balon udara, dan pesawat tanpa awak.

Terkait itu, lanjut dia, Indonesia mutlak membangun kekuatan udara yang maksimal tidak saja dari sisi perangkat keras seperti seperti jumlah dan gelar pesawat tempur serta radar, tetapi juga perangkat lunak seperti kebijakan, struktur militer serta kualitas sumber daya manusia.

"Hingga kini Indonesia yang memiliki wilayah udara paling luas di ASEAN, tidak memiliki undang-undang (UU) tentang kedaulatan udara. Padahal, dengan dasar UU tentang kedaulatan udara, hukum menjadi lebih jelas bahkan untuk dunia internasional. Ini menjadi dasar kuat pula untuk menetapkan ADIZ," kata Imran.

Ia menegaskan, dengan memiliki ADIZ pengamanan wilayah udara nasional menjadi semakin kuat dan maksimal. Sudah saatnya Indonesia memiliki regulasi tentang kedaulatan udara termasuk yang mengatur ADIZ di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Konsep Indonesia ADIZ telah disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara kepada Panglima TNI sejak dua tahun lalu, dan masih menunggu tindak lanjut dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, serta Kementerian Perhubungan.

ADIZ Indonesia tidak lagi hanya bersifat parsial berupa lingkaran kecil per kepulauan seperti ADIZ untuk Pulau Jawa saat ini, melainkan berbentuk lingkaran besar mencakup ruang udara dari Sabang hingga Merauke. Dengan konsep ini Indonesia dapat mengontrol seluruh ruang udaranya secara maksimal. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search