TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Ini Dampak Buruk Makanan Cepat Saji pada Perkembangan Anak

14/01/2018 - 06:17 | Views: 14.50k
ILUSTRASI. Terlalu sering konsumsi makanan cepat saji dapat mempengaruhi perkembangan anak. (FOTO: insideretail.asia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Siapa yang tak tertarik dengan makanan cepat saji. Anak-anak yang tidak nafsu makan pun kadang jadi tertarik untuk makan. Memang, makanan cepat saji merupakan salah satu yang kerap dipilih sebagai menu alternatif untuk menambah nafsu makan si Kecil. Namun, tahukah Anda bahwa makanan jenis ini bisa membawa dampak buruk bagi tumbuh kembang anak?

Menurut penelitian yang dipublikasikan di International Study of Asthma and Allergies in Childhood, konsumsi makanan cepat saji dikaitkan dengan munculnya gejala asma, rinitis dan eksim pada anak. Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 500.000 anak, yang terdapat di 31 Negara.

Tidak hanya itu, anak yang sering mengonsumsi makanan cepat saji juga akan berisiko tinggi untuk mengalamiberbagai gangguan lain. Seperti dilansir dari Klik Dokter, berikut dampak sering mengonsumsi makanan cepat saji untuk anak-anak.

Penurunan Prestasi Akademik
Kandungan gizi yang tidak lengkap, serta tingginya kadar gula dan lemak pada makanan cepat saji dapat mengganggu perkembangan otak maupun fungsi memori anak. Hal ini dapat menganggu proses belajar anak, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan prestasi akademiknya.

Kegemukan atau Obesitas
Makanan cepat saji mengandung lemak dan gula yang kadarnya sangat tinggi. Keadaan ini menyebabkan penguraian lemak di dalam tubuh menjadi lebih sulit, sehingga lemak akan semakin menumpuk. Hasilnya apalagi kalau bukan kegemukan alias obesitas.

Depresi
Obesitas akibat mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebih akan berpengaruh pada perkembangan fisik anak. Ini membuat anak menjadi tidak percaya diri, dan berisiko mengalami depresi sejak dini.

Mudah Lemas
Kurangnya asupan gizi, vitamin dan mineral saat masa tumbuh kembang, membuat anak cenderung lemas dan tidak bertenaga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Timbul Penyakit Kronis
Obesitas, ditambah kurangnya asupan gizi di masa tumbuh kembang, membuat anak berisiko tinggi untuk mengalami diabetes melitus tipe-2, hipertensi, penyakit jantung, dan kanker.

Agar kejadian di atas tidak terjadi pada anak, pastikan Anda membatasi atau bahkan menghindari pemberian makanan cepat saji padanya. Agar anak tak tertarik dengan makanan cepat saji Anda dapat memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang. Dengan begini, anak akan memiliki tumbuh kembang yang optimal. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search