TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Warga Dua Desa Tolak Pembangunan Kilang Pertamina Rosneft

04/01/2018 - 15:25 | Views: 4.98k
Rapat kerja komisi A dan eksekutif dengan pertamina persero tbk, bersama warga Desa Remen dan Mentoso, mengklarifikasi penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunn kilang minyak pertamina, Kamis (04/01/2018) (FOTO: Safuwan/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, TUBAN – Rencana Pemerintah pusat untuk pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terancam batal. Sebab warga dua desa yakni Desa Remen dan Desa Mentoso Kecamatan Jenu, menolak rencana itu.

Penolakan itu disampaikan oleh perwakilan warga Desa Remen dan Mentoso, dalam Rapat kerja komisi A dan eksekutif dengan pertamina persero tbk, di Ruang Paripurna DPRD Tuban, Kamis (4/1/218).

Perwakilan dua desa tersebut Suwarto dengan tegas menjelaskan, bahwa masyarakat Desa Remen dan Mentoso tidak akan menjual tanah mereka kepada Pertamina. 

"Tanah di tempat kami merupakan tanah yang subur  dan tempat mencari nafkah warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai seorang petani," jelas Suwarto.

Sementara itu, perwakilan Pertamina Vice President Pertamina aset Tuban, Ahmad Syaihu Rais, mengatakan, aspirasi yang disampaikan warga di dua desa tersebut, akan dipertimbangkan dan menjadi bahan evaluasi untuk komunikasi selanjutnya.

Rapat-Kerja.jpg

Rais menilai bahwa, penolakan yang dilakukan oleh warga tersebut sangatlah wajar. Hal tersebut dikarenakan penyampaian sosialisasi dan informasi dari pihak Pertamina yang belum lengkap.

"Sosialisasi dan informasi yang kurang lengkap, sehingga membuat masyarakat resah," ungkap Rais.

Sementara itu, Ketua DPRD Tuban, Miyadi menyampaikan,  DPRD sangat memahami apa yang dikawatirkan oleh warga di dua desa yang terdampak pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft.

Di sisi lain, proyek tersebut merupakan peoyek dari pemerintah pusat untuk mengatasi permasalahan Cost Impor Minyak yang sangat besar. 

"DPRD bakal semaksimal mungkin menjembatani kedua belah pihak agar terjalin komunikasi yang baik. Sehingga bisa menghasilkan jalan keluar yang baik bagi kedua pihak," papar Miyadi. (*)

Jurnalis : Safuwan
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search