TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Di Bawah Sinar Bulan Purnama Kecongkakan Manusia Dikritik

04/01/2018 - 09:35 | Views: 4.74k
Pagelaran seni di bawah bulan purnama di pelataran candi Badut mengkritik kecongkakan manusia dewasa ini. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Sebuah pagelaran seni yang apik bercerita tentang kritik sosial, Rabu (3/1/2018) malam mulai disuguhkan oleh sejumlah seniman di pelataran (situs)  Candi Badut, Malang, Jawa Timur.

Di bawah bayang-bayang bulan purnama. Tanpa penerangan lampu listrik, tanpa pengeras suara, mereka membawakannya dengan menarik di malam itu.

Hanya ada 18 lampu cempor yang diletakkan di sejumlah sudut candi memberikan efek yang indah terhadap gerak lagu tampilan para seniman itu. Bahkan menimbulkan efek magis yang tentu akan sulit didapat bila digelar tanpa cahaya seperti itu.

Pagelaran-Seni-3.jpg

Goyang goyang lidah api yang ditiup angin pun juga menimbulkan efek gelap terang dan mengundang suasana artistik. 

Malam itu mereka bercerita bahwa cinta kasih kita dengan sesama manusia saat ini sudah luntur bahkan nyaris punah. Kebencian kepada sesama dalam sebuah perbedaan begitu dalam.

"Kita lupa bahwa kita ini bersaudara. Meski berbeda warna kulit, rambut, bahasa dan agama.Kita lupa pula bahwa dengan proses penciptaan kita sebagai manusia, oleh Tuhan memang sengaja dibentuk dan dimodel berbeda-beds agar tampak indah, " komentar Eka Fatmawati Mudlor, pribadi yang menyukai seni yang malam itu ikut menikmati pagelaran itu sampai tuntas.

Pagelaran-Seni.jpg

Pagelaran Purnamacarita semalam ditutup dengan tembang macapat yang lembut nan syahdu dengan petikan dawai gitar Niova Ruth.

Mingkar-mingkuring angkara, akarana karenan mardi siwi, sinawung resmining kidung, sinuba sinukarta, mrih kretarta pakartining ilmu luhung,kang tumrap ing tanah Jawa, agama ageming aji. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search