TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Begini Acara Malam Tahun Baru ala Santri UNUJA di Paiton

01/01/2018 - 07:51 | Views: 4.59k
Budayawan D. Zawawi Imron ketika memberikan sirahan rohani kepada santri dan mahasiswa dan mahasiswi di UNUJA.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Ribuan santri Pondok Mahasiswa (POMAS) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mengikuti malam refleksi yakni Kuliah Tasawwuf dan Tausiyah Budaya, yang diselenggarakan di pengujung akhir tahun 2017. Acara ini digelar di Mushala Riyadlus Sholihin Ponpes Nurul Jadis, Minggu (31/12/2017) malam.

Acara yang dikemas dalam tema “Muhasabah An-Nafs” ini dihadiri seorang budayawan dari Madura, yaitu D. Zawawi Imron, bersama KH. Zuhri Zaini, pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Acara ini merupakan acara perdana yang belum terlaksana di UNUJA. Selain itu, pengurus POMAS, kegiatan ini juga bekerjasama dengan BEM UNUJA, Pramuka, Mahasiswa dan siswa pencinta alam, LPM ALFIKR, Al-Gorizm, Forum Komunikasi Osis (FKO) Nurul Jadid, dan Organisasi Intra Sekolah (OSIS) se-Kecamatan Paiton.

D. Zawawi Imron, budayawan terkenal asal Madura, ini mengatakan para santri dan mahasiswa haruslah benar-benar menjaga ilmu yang diwarisi oleh para pendidik, agar para santri masih tetap memegang teguh mustik yang diberikan oleh pendidik.  

“Saya sengaja membacakan puisi khusus untuk santri, agar tetap hormat kepada orangtua, hormat kepada guru dan cinta kepada Alllah dan cinta pada tanah air. Jika semua itu dilakukan dengan baik, maka santri tidak akan berbuat kerusuhan. Karena zaman sekarang sudah sangat berbeda,” ungkapnya.

Sementara KH. Zuhri Zaini, menuturkan kegiatan Kuliah Tasawwuf dan Tausiyah Budaya, bertujuan  agar mahasiswa dan mahasiswi bisa merefleksikan kehidupan yang sudah berlalu selama satu tahun, ini bisa menjadi terobosan baru untuk bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan tahun lalu.

“Kegiatan malam refleksi ini akan menjadi kegiatan rutin, untuk memperingati pergantian tahun baru Masehi ala santri. Sebagai bahan refleksi dan motivasi bagi santri pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” papar KH. Zuhri.

Lebih lanjut, KH. Zuhri menyampaikan, ini akan menjadi pembeda dari acara-acara tahun baru Masehi pada umumnya, yang biasanya peringatan tahun baru Masehi di peringati dengan berpesta, petasan, meniup terompet, pawai motor dan lainnya. Sehingga perlu adanya peringatan tahun baru Masehi ala santri yang di kemas dengan acara ini.(*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search