TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Ketahanan Informasi Pangan

Untuk Ketahanan Pangan, Babinsa Kawal Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

21/12/2017 - 22:42 | Views: 7.18k
Sertu Pujiyanto Babinsa Kradenan Kecamatan Purwoharjo saat mengikuti Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik (Kompos ) di Balai Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Anggota Babinsa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Sertu Pujiyanto mengikuti Pelatihan Pupuk Organik yang digelar di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pemateri dalam pelatihan tersebut dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Purwoharjo, Hari Wahyudi. Dalam pelatihan itu, melibatkan sekitar 50 orang yang terdiri dari PPL, Kepala Desa Kradenan, babinsa, Kadus Desa kradenan, Gapoktan, HIPPA serta para Petani sewilayah Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo.

Tujuan dari kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik tersebut adalah untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas serap air tanah, meningkatkan kesibukan mikroba tanah.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen), menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman serta menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman.

Selanjutnya juga untuk meningkatkan retensi atau ketersediaan hara di di dalam tanah yang terdapat perbedaan yang mendasar pada tanah yang diberi perlakuan bersama dengan pupuk kompos bersama dengan diberi perlakuan tanpa kompos (pupuk anorganik).

Pelatihan-Pembuatan-Pupuk-Organik.jpg

"Tanah yang diberi pupuk anorganik secara tetap menerus akan mengalami penurunan kualitas unsur hara dan akan menaikkan kekerasan struktur tanah," kata Hari Wahyudi.

Dalam kegiatan itu, anggota Babinsa Kradenan, Sertu Pujiyanto, mewakili Danramil 0825/18 Purwoharjo Kapten Inf I Ketut Sukranata.

Menurut Sertu Pujiyanto pihaknya sebagai anggota Babinsa di wilayah kerjanya, harus ikut serta mendampingi para petani mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik (kompos).

"Karena hal itu juga tugas dari anggota TNI sebagai pendampingan petani khususnya petani padi jagung kedelai. Oleh sebab itu, saya sebagai Babinsa wajib memantau jalannya pelatihan yang diikuti petani," katanya.

TNI katanya juga harus bersinegritas mengawal pertanian sebagai ketahanan pangan yang harus di pertahankan. "Oleh karena itu, kami berharap petani menjadi lebih baik lagi demi Ketahanan Pangan di Kabupaten Banyuwangi maupun seluruh Indonesia," harapnya. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search