TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Deklarasi Desa Keberagaman

Desa Keberagaman di Malang Layak Jadi Role Model Toleransi

21/12/2017 - 21:34 | Views: 9.45k
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menghadiri deklarasi Desa Keberagaman di Desa Wirotaman Ampel Gadung, Kabupaten Malang, Kamis (21/12/2017). (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Hujan rintik-rintik yang membasahi bumi di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, seakan ikut menikmati kedamaian yang ada di desa yang memiliki luas 7,5 km2 dan berpenduduk 4.100 jiwa itu.

Hari itu, Kamis (21/12/2017) siang, pukul 13.45 WIB, seluruh pejabat di desa, unsur kepolisian dan pemerintah Kabupaten Malang berkumpul. Mereka akan menghadiri deklarasi Desa Keberagaman yang dikomando langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Ia adalah pencetus dari Deklarasi Desa Keberagaman untuk Desa Wirotaman. “Saya merasa bangga hadir di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampel Gading untuk melihat secara langsung toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama yang berlangsung selama ini,” kata Kapolres Malang, Yade Setiawan Ujung, saat memberikan sambutannya.

Deklarasi-Desa-Keberagaman-a.jpg

Menurut YS Ujung, di tengah isu krisis toleransi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia bahkan dunia, dari desa sederhana telah lama lahir dan menerapkan kehidupan penuh toleransi dalam sehari-harinya, dan dalam beragama dan sosial lainnya.

“Toleransi atau keberagama yang ada di Desa Wirotaman ini, saya anggap bisa dijadikan role model toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia dan bahkan di Indonesia,” jelasnya, disamput aplaus oleh para undangan dan warga yang hadir.

Di Desa Wirotaman, memang terdapat pemeluk dari tiga agama. Yakni agama Islam, Kristen dan Hindu. Masyarakatnya hingga kini hidup guyub rukun, berselimut kedamaian antar sesama. Uniknya, setiap perayaan agama yang ada di desa itu, akan selalu didukung oleh pemeluk agama lain.

Misalnya, mulai dari pengamanan perayaan Natal dan hari besar agama Islam dan Hindu. Warga dan para pemuda di desa itu, tanpa disuruh, langsung melakukan penjagaan dan saling menghormati ritual keagamaan yang digelar.

Bahkan, saat acara berlangsung, sudah biasa digelar doa bersama secara bergantian antar tiga agama yang diwakili oleh tokoh agama masing-masing.

Deklarasi-Desa-Keberagaman-c.jpg

“Di desa ini juga terdapat lembaga Tri Kerukunan umat beragama yang ketuanya beragama Islam, wakilnya beragama Kristen dan Hindu. Ini bentuk harmonisasi yang memang karakter dari masyarakat Indonesia,” nilai YS Ujung.

Dari itu, Kapolres Malang selaku pembina Harkamtibmas berkepentingan untuk mengangkat dan melestarikan sikap toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama di Desa Wirotaman itu dengan mencanangkan Desa Wirotaman sebagai “Desa Keberagaman”.

Hal itu diawali dengan salah satunya peresmina Gapura masuk Desa bertuliskan “Desa Wirotaman, Desa Keberagaman” dan deklarasi Desa Keberagaman bersama seluruh unsur masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.

Dengan di deklarasikannya Desa Keberagaman itu, Kabupaten Malang telah kesekian kalinya memberikan sumbangsih positif bagi NKRI, dengan memberi contoh kepada dunia bahwa di sebuah desa sederhana semua unsur agama bisa hidup rukun berdampingan.

“Saya mendeklarasikan Desa Keberagaman dan saya memilih Desa Wirotaman ini karena saya menelusuri dan telah menemukan bahwa lambang negara burung garuda yang dikakinya terdapat tulisan “Bhinneka Tunggal Ika” itu diambil dari Candi Kidal yang ada di Tumpang Kabupaten Malang,” ulas YS Ujung.

Bahkan katanya, frasa Bhineka Tunggal Ika itu sendiri juga tidak lepas dari sejarah kerajaan Singhasari yang merupakan cikal bakal kerajaan Majapahit di abad ke 14 yang menelurkan “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”.

==

“Semoga role model sederhana kerukunan dan toleransi umat beragama ini dapat dicontoh oleh desa dan kecamatan lain yang ada di Kabupaten malang bahkan oleh seluruh daerah di Nusantara ataupun dunia,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad, sangat mengapresiasi ide dan langkah yang diambil Kapolres Malang, sebagai pelopor dan pencetus Desa Keberagaman tersebut.

“Ide Kapolres Malang sangat luar biasa. Ini untuk keharmonisan dan kedamaian masyarakat Indonesia yang memang menjadi tugas TNI dan Polri,” katanya dalam sambutannya.

Menurut Letkol Inf Ferry Muzawwad, jika masyarakat Indonesia menikmati kedamaian, menjaga sikap toleransi, pasti ada pihak lain yang mencoba merusaknya.

“Namun, ini tak bisa dibiarkan, TNI-Polri akan selalu berada di garda terdepan membela bangsa ini dan menjaga keamanan dan kedamain Indonesia,” tegasnya, disambut aplaus hadirin.

Ia juga berharap, apa yang dilakukan warga Desa Wirotaman itu dicontoh oleh warga lainnya dan rakyat dunia. “Negara-negara yang selalu ada konflik, tidak toleran harus belajar ke Desa Wirotaman,” harapnya. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search