TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Deklarasi Desa Keberagaman

Merawat Toleransi di Desa Bawah Lereng Gunung Semeru

21/12/2017 - 20:01 | Views: 7.52k
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung berfoto bersama warga di Desa Wirotaman Ampel Gadung, Kabupaten Malang, Kamis (21/12/2017). (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) menyepakati bahwa kerukunan dan kegotong royongan itu adalah segalanya dalam kehidupan berbangsa. 

Hal itu diungkapkan oleh para pejabat Forkopinda Kabupaten Malang, seperti Wakil Bupati, HM Sanusi, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, dan Dandim 0818/Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad. 

Ketiga pejabat tersebut mengingatkan bahwa betapa pentingnya sebuah toleransi, guyub dan saling menghormati antar umat beragama. 

Deklarasi-Desa-Keberagaman.jpg

Dalam ajaran agama Islam, sudah diajarkan tentang toleransi. Jadi, sebagai manusia dengan warna kulit apapun, suku apapun dan agama apapun, tidak boleh saling mencemooh, memaksa orang lain dengan alasan apapun dan boleh memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

"Karena hal tersebut sudah utuh dan seatle dengan dasar negara Pancasila," jelas Wakil Bupati Malang, HM Sanusi, dalam sambutannya, dalam Deklarasi Desa Keberagaman, di Desa Wirotaman, Ampel Gadung, Kabupaten Malang, Kamis (21/12/2017).

Jadi jelas Sanusi, semua manusia itu sama. "Hanya ketaqwaan lah yang membedakan serta yang derajatnya paling baik di yang akan dinilai dihadapan Allah," kata HM Sanusi. 

Deklarasi-Desa-Keberagaman-3.jpg

Kapolres Malang pun juga berpendapat demikian. "Kita memang tidak boleh saling membenci. Warga Desa Wirotaman telah membuktikan Ukhuwah Insaniyah, yakni kerukunam sesama bangsa. Jadi, bila ada negara-negara yang mengalami krisis toleransi, maka belajarlah ke Indonesia kalau perlu ke Desa Wirotaman," ujar Kapolres. 

Nilai luhur yang ditanamkan nenek moyang di Desa Wirotaman tentang torelansi, memang harus terus dipertahankan sampai ke anak keturunan selanjutnya secara terus menerus.

"Saya bangga menjadi warga Kabupaten Malang. Karena Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara kita, ternyata berasal dari zaman kerajaan Singosari yang tercantum di salah satu Candi di Tumpang, Kabupaten Malang," terang Ujung. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search