TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Deklarasi Desa Keberagaman

Menjaga Nilai Toleransi, Kapolres Malang Deklarasi Desa Keberagaman

21/12/2017 - 15:40 | Views: 12.09k
Deklarasi Desa Keberagaman bersama tokoh antar agama, pemerintah daerah dan masyarakat di desa setempat, Kamis (21/12/2017) siang. (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Untuk menjaga dan merawat keberagaman, budaya keindonesiaan,  keanekaramagan dan toleransi antar umat beragama, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, deklarasi Desa Keberagaman bersama tokoh antar agama, pemerintah daerah dan masyarakat di desa setempat. 

Deklarasi dihelat di Desa Wirotaman,  Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (21/12/2017) siang. Deklarasi bertempat di pendapa desa setempat. 

Sebelum digelar deklarasi, Kapolres Malang memulainya dengan potong pita gapura masuk desa, yang bertuliskan "Desa Wirotaman, Desa Keberagaman".

Deklarasi-Keberagaman-2.jpg

Saat akan melakukan pemotongan pita, Kapolres Malang diiringi dengan aneka hiburan budaya khas desa setempat.  Pemotongan pita tersebut disaksikan dengan ratusan warga desa, tokoh antar agama, pejabat pemerintah Kabupaten Malang dan tokoh organisasi kepemudaan di Kabupaten Malang.

Hadir juga dalam deklarasi itu Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Malang,  Made Arya dan Joko dan Roro Kabupaten Malang.

Usai pemotongan pita, Kapolres langsung menuju lokasi deklarasi di Pendapa Desa Wirotaman, yang tak jauh dari Gapura masuk Desa Wirotaman.

Saat deklarasi, juga ada penyematan "Duta Desa Keberagaman" yang diberikan kepada perwakilan tokoh antar agama,  yakni Islam,  Hindu dan Kristen, anggota Babinkamtibmas, Babinsa, serta perwakilan dari pemuda desa setempat.

Deklarasi-Keberagaman-3.jpg

Kini, Kabupaten Malang sudah resmi memiliki Desa Keberagaman. Dengan dideklarasikannya Desa Keberagaman, diharapkan terus terjaga dan terawat nilai-nilai keberagaman antar umat beragama yang ada di Desa Wirotaman. 

"Harmonisasi dan hidup damai, menjaga toleransi adalah substansi dalam kehidupan. Jika sudah terjadi demikian,  menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing akan damai dan harmonis," kata AKBP Yade Setiawan Ujung,  sebelum deklarasi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search