TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Jelang Tahun Baru, Polantas Probolinggo Beri Tanda Jalan Berlubang

20/12/2017 - 15:26 | Views: 14.43k
Polantas Polres Probolinggo menandai jalan berlubang (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, menandai jalan berlubang dan bergelombang di sepanjang jalan raya PB Sudirman Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Hal itu dilakukan untuk menekan laka lantas jelang parayaan Natal dan tahun baru 2018.

Pasalnya,  jelang perayaan Natal dan tahun baru, seperti biasanya arus kendaraan semakin meningkat.

Jalan yang berlubang dan bergelombang ditandai lingkaran putih, hal itu juga dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas dari arah Surabaya-Situbondo.

Tak hanya itu, gundukan aspal juga ditandai, karena gundukan aspal itu merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo, Ipda Inyoman Harayasa, mengatakan pihaknya memang sengaja melakuan patroli untuk mengecek jalur pantura Probolinggo yang berlubang.

Apa lagi jalan yang bergelombang. Sebab, hal itu jika terus dibiarkan, akan berakibat fatal terhadap pengendara.

“Selain masih banyak jalan yang berlubang, di jalan pantura Probolinggo, juga banyak jalanan yang bergelombang. Sedangkan jalan yang bergelombang ketika malam hari tidak terlihat oleh pengendara, itu yang sangat membahayakan pengendara. Dari itu kita memberi lingkaran putih di jalan berlubang dan bergelombang, terutama gundukan aspal,” terang Ipda Inyoman, Rabu (20/12/2017). 

Ipda Inyoman, menyebut kecelakaan banyak disebabkan adanya jalan yang bergelombang. Sebab, pegendara mayoritas tidak dapat melihat jalan bergelombang, apalagi saat ini musim penghujan.

Jalan berlubangpun ketika malam hari dan disertai hujan tidak kelihatan.

“Apa yang kami lakukan ini hanya ntuk mengantisipasi, agar pengendara lebih waspada ketika mendapati jalan yang ada lingkaran putihnya. Pemberian garis putih pada jalan bergelombang dan berlubang, dari Kecamatan Pajarakan hingga ke Kecamatan Kraksaan, sekitar 4 kilometer,  dan ini dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara, Muhammad Holil, salah satu pengendara motor mengatakan, jalan yang bergelombang sangat membahayakan bagi pegendara motor.

Pasalnya, jika tidak diberi tanda atau lingkaran putih jalan yang bergelombang tidak tampak, apalagi ada gundukan aspal.

“Nah, gundukan aspal itulah yang sangat membahayakan pada pengendara motor. Salah satunya menyebabkan kecelakaan tunggal, karena banyak pengendara yang terjatuh, bahkan terjadinya kecelakaan beruntun juga karena gundukan aspal,” tuturnya. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search