TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Tari Bapang Jayasentika Menghibur Tamu Hotel Tugu

15/12/2017 - 19:54 | Views: 10.88k
Culture Dining Seri ke 29, Bapang Jayasentika. (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Tak pernah tinggalkan budaya asli Malang, Hotel Tugu, Kota Malang mengangkat cerita Bapang Jayasentika dalam Indonesian Cultural Dining Series kali ini.

Di Tirtagangga Room,para tamu hotel bahkan sejumlah tamu bule dari luar hotel Tugu menikmati sensasi makan malam mereka di sana. 

Manajemen hotel milik Anhar Setjadibratha SH ini memang selalu komitmen dalam mengangkat budaya Nusantara. Bapang Jayasentika adalah Culture Dining Seri ke 29.

Bapang-2.jpg

CEO Hotel Tugu, Richard kepada TIMES Indonesia, Jumat (15/12/2017) malam mengatakan setiap bulan cerita selalu berbeda. "Bukan sekedar hiburan buat tamu yang kami suguhkan, namun kami mencoba mempromosikan kepada mereka, bahwa Indonesia kaya sekali akan keseniannya," ujarnya. 

Indonesian Cultural Dining Series ke 29 kali ini, mengangkat seni tari daerah khas Malang, yang berjudul Tari Topeng Bapang Jayasentika. Sebuah tari topeng yang khusus ditampilkan untuk menyambut dan menghibur tamu-tamu yang datang ke Malang.

Tarian Bapang adalah tarian yang menggambarkan karakter kokoh, yang ditandai dengan gerakan tangan yang lebar - peregangan kaki kiri dan kanan, dengan menggunakan topeng yang memiliki mata lebar yang disebut "telengan".  Ciri khas dari bentuk topeng Bapang adalah hidungnya yang panjang.

Bapang-3.jpg

Tarian ini melambangkan perjalanan seorang tokoh bernama Bapang Jayasentika yang lari dari seorang dukun bernama Banjarpatoman yang akan menghadapi Prana Sewandana. Tarian ini, juga merupakan cerminan dari karakter Bapang, tokoh yang penuh dengan rasa bangga akan dirinya, terlihat dalam sikap dan gerak tubuh sang penari yang menonjolkan dada dan lengan, serta gerakan penuh energi pada awal tarian. 

Pertunjukan tarian klasik tradisional ini digelar di ruang Tirtagangga di Hotel Tugu Malang; ruang perjamuan yang sangat elegan terinspirasi oleh zaman eksotis sejarah Jalan Sutra dan Rempah-Rempah India, Arab, Cina dan Mongolia. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi