TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Mengenal Terpidana Mati Narkoba yang Tobat

Ditangkap karena Digigit Teman, Frustasi Kasasi Ditolak

09/12/2017 - 12:26 | Views: 15.15k
Cung Roib. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Kebebasan Cong Roib (57), dari hukuman mati tidak semata-mata diraih begitu saja. Perlu perjuangan keras dan pantang menyerah, untuk mendapat grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kala itu. 

​Sedikit cerita, Cong Roib mengupas semua perjalanan semasa hidupnya. Menurut pria dua anak itu, pada tahun 2000 ia tertangkap oleh anggota Resnarkoba Polres Probolinggo Kota. Tepatnya pada Rabu, tanggal 18 April 2000.

Ia tertangkap di rumahnya yang lama, yakni di jalan Patimura, Kelurahan Kangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Roib ditangkap dengan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 11 kilogram.

​“Mulanya ada orang yang memaksa untuk membeli barang (ganja) itu. Saya memang pemakai, tapi tidak berat. Artinya saya pakai kalau ada kalau tidak ya tak pakai. Waktu itu ganja seberat 11 kilogram, harganya masih Rp 750 ribu, akhirnya saya beli. Bebebrapa bulan kemudian, saya ‘digigit’ teman saya yang tertangkap. Makanya pihak kepolisian tahu jika saya punya 11 kilogram,” kenangnya.

Mantan pemain bola itu kemudian dituntut selama 16 tahun penjara, dengan semua tuduhan. Artinya mulai dari tuduhan sebagai bandar, pemakai dan pengedar. Hasil putusan Pengadilan Negeri Kota Probolinggo pada saat itu (Tahun 2000), menyatakan bahwa ia divonis mati.

​Sesuai hierarki yang ada, pihak terdakwa bisa mengajukan banding. Akhirnya ia memilih untuk Banding ke Pengadilan Tinggi. 

Hasil banding turun pada November 2000, yang mana hasilnya menguatkan hasil putusan Pengadilan Negeri.

Tak berhenti sampai disana, selisih tiga bulan kemudian, ia mengajukan kasasi. Hasil kasasi yang diketahui pada 2001 pun, tak mengubah keadaan atau masa hukumannya.

“Sempat down juga saat itu. Tapi saya terus bersabar, dan berdoa minta pengampunan pada yang kuasa,” tandasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search