TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Opini

Pada Malam Jumat ini

01/12/2017 - 14:12 | Views: 12.49k
Perayaan hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Terang di bawah langit-langit masjid Ainul Yaqin bersanding dua cahaya yang menggugah hati para insan.

Tepat pada Malam Jumat tanggal 30 November 2017 besoknya cahaya matahari menjukkan angka 12 Rabi’ul Awal, mencapai kata mufakat untuk membuat perayaan hari besar Islam  Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang. Bersama-sama membawa buhul cinta dari kalangan masyarakat, Dosen, Mahasiswa sekaligus oleh santri pesantren kampus Ainul Yaqin Universitas Islam Malang atas niat mencapai ridha Allah semata.

Berlinang kata pujian kepada sang Khaliq dan kepada baginda Rasulillah SAW yang menghiasi dinding malam Jumat nan mulia itu. Ucapan syukur. Istigfar, tasbih dan tahmid atas kehadirat Alloh SWT, lalu di ikuti ucapan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai veteran islam sampai akhir zaman.

Peringatan ini secara rutin telah di lakukan oleh Masjid Ainul Yaqin sekaligus sebagai acara wajib atas pembuktian rasa cinta ke Nabi Muhammad SAW.

Lantas secara kasat mata malam itu para tamu undangan menyinari sudut-sudut jalan di sekitar masjid Ainul Yaqin oleh raut wajah, pakaian serta niat hati yang mereka bawa untuk membanjiri acar mulia tersebut.

Juga tidak menutup bunyi drum berlambangkan ayat-ayat cinta kepada sang Rasul yang di tabuh oleh santri pesantren kampus Ainul Yaqin Universitas Islam Malang. Hangat betul malam itu, siapa saja selintas mendengar alunan pujian tersebut terkoyaklah hatinya, apalagi yang hadir di malam itu, sungguh sayang seribu sayang jika perayaan mulia seperti ini terlewatkan dalam schedule kehidupan.

Pada penghujung acara tersebut, para tamu undangan saling ramah tamah dengan duduk bersila pada satu nampan. Terciptalah sikap indah dari kebersamaan itu, dalam suapan nasi yang di lakukan secara bersamaan, meniru sikap rasululloh dan para sahabat sebagi amalan sunnah untuk mempersatukan ukwah islamiyah dari seluruh tamu udangan yang hadir.

Jepretan kamera mengambil kesimpulan dari raut wajah para tamu undangan, bahwasanya pada malam mulia itu tertimbun penuh dalam lubuk hati kerinduan kepada nabi Muhammad SAW. Allohummasolli Alaa Sayyidina Wa Maulana Muhammad, Ya Rasulullah Shalawat salam semoga selalu tercurahkan kepadamu dan rasa rindu yang menderu dari hati ummat mu. (*)

 

Penulis adalah Kukuh Santoso, Pembina Kurma masjid ainul Yaqin Unisma

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search