TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Hotel Red Planet Latih Para Guru Manfaatkan Botol Bekas untuk Bercocok Tanam

20/11/2017 - 21:14 | Views: 4.95k
Bercocok tanam di atas lahan terbatas dengan memanfaatkan media botol bekas. (FOTO: urbanina)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Red Planet Hotel Surabaya bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Bumi menggelar program edukasi Urban Farming kepada para guru sekolah luar biasa di Surabaya, Jawa Timur.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk solusi untuk mendorong bercocok tanam di atas lahan terbatas dengan memanfaatkan media botol bekas.

Hotel Manager Red Planet Surabaya, Vera Moeljadi mengatakan, bahwa program tersebut diharapkan agar para guru mampu menerapkan bercocok tanam dengan model tersebut di rumah untuk menghemat belanja bahan masak.

"Penerapan konsep bercocok tanam seperti ini akan mampu menghemat belanja bahan makanan sehari-hari. Sebab, di sekitar kita selalu ada yang bisa dimanfaatkan. Seperti halnya edukasi program Urban Farming ini, anggaran belanja sehari-hari bisa diminimalisir dengan menanam bahan makanan atau sayuran seperti cabai, wortel, tomat dan yang lainnya," tandas Vera, di Surabaya, Senin (20/11/2017).

CSR-Program-Guruh7Mdo.jpg

Vera menambahkan, pihaknya juga berharap program cocok tanam seperti ini tak hanya diterapkan oleh para guru yang mengikuti pelatihannya. Namun, juga bisa diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan yang minim.

"Tak sekedar pelatihan Urban Farming yang kami gelar. Kami juga memanjakan para guru dengan mendatangkan beauty advisor dari Wardah. Kami ingin para guru merasa bahagia pada momen Hari Guru kali ini. Setidaknya, hal ini akan menjadi bentuk apresiasi kami untuk para pahlawan tanpa tanda jasa ini yang sudah mengucurkan jerih payahnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," papar Vera.

Program pelatihan Urban Farming, Selasa (21/11/2017) besok, di Sekolah Luar Biasa bertujuan untuk melatih kesabaran untuk mendidik anak berkebutuhan khusus.

"Untuk itu, kami ingin belajar dari kesabaran para guru tersebut. Kami ingin mereka tahu jika kami menghargai mereka. Kami tahu minimnya perhatian terhadap anak-anak tersebut tak sebanding dengan jasa para guru tersebut. Semoga para guru tersebut senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran dan kekuatan dalam mengemban tugasnya," pungkas Vera.(*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search