TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Universitas Jember Bakal Punya Empat Program Studi Baru Pada 2020

15/11/2017 - 10:15 | Views: 4.61k
Rektor Universitas Jember M Hasan menyampaikan program-program dalam peringatan Dies Natalis ke-53 Universitas Jember, Rabu (15/11/2017). (FOTO: Dody/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JEMBER – Rektor Universitas Jember (UNEJ) M Hasan mentargetkan pada sampai 2020 mendatang, UNEJ akan memiliki 100 program studi. Hingga 2017 ini, perguruan tinggi negeri (PTN) yang berdiri di kota suwar-suwir tersebut sudah memiliki 99 program studi, 19 di antaranya telah teragreditasi A oleh Badan Agreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Hasan mengatakan bahwa persiapan program studi baru itu tengah dalam proses pematangan. Beberapa di antaranya sudah diajukan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan status atau persetujuan sebagai program studi.

Hasan optimis bahwa target 100 program studi hingga 2020 tercapai, bahkan dapat terlampaui. Dalam pidato dan presentasi yang dia sampaikan dalam peringatan Dies Natalis ke-53 UNEJ yang digelar di Gedung Soetardjo, Rabu (15/11/2017), Hasan memaparkan bahwa saat ini ada empat calon program studi yang telah diajukan ke pemerintah.

Keempatnya yakni Program Studi Pertambangan, Program Studi Mechatronika, Program Studi Sistem Informasi, dan Program Studi Perpustakaan. "Sudah dapat status dari pemerintah. Tinggal kami ajukan ke BAN-PT untuk dapat akreditasi kemudian dapat sepenuhnya beroperasi sebagai program studi. Jadi tinggal selangkah lagi," kata Hasan di hadapan ratusan undangan.

Nah, jika proses tersebut berjalan mulus maka hingga 2020 mendatang UNEJ memiliki total 103 program studi. "Jadi target awal kami yakni memiliki 100 program studi pada 2020, bisa terlampau karena bisa punya 103 program studi," ujarnya disambut tepuk tangan para undangan.

Selain itu, Hasan juga mengatakan bahwa pihaknya tengah berjuang untuk melanjutkan pembangunan fisik di UNEJ. Dia menyebut saat ini ada sejumlah pembangunan fisik atau gedung yang tertunda penyelesaiannya. Itu karena pada 2016 lalu pemerintah tidak mencairkan anggaran untuk pembangunan gedung baru bagi perguruan tinggi.

"Total dana yang dibutuhkan Rp 27 miliar. Kami bertekad tetap melanjutkan pembangunan tersebut dengan dana yang ada saat ini. Saya minta doa restunya," ujarnya. (*)

Jurnalis : Dody Bayu Prasetyo
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search