TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Tak Tersentuh PLN, Desa Ini Terangi Malam dengan Kincir Air

14/11/2017 - 11:56 | Views: 6.29k
Kincir air yang digunakan warga Desa Kedungsumur untuk menghasilkan listrik (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Hidup di kaki Gunung Argopuro dengan medan sulit serta tanpa aliran listrik PLN, tak mambuat kehidupan warga Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi gelap. Warga di sana tetap bisa menerangi malam dengan energi listrik alternatif.

Di sini, warga memasang 26 unit kincir air (mikrohidro), dengan memanfaatkan aliran sungai yang bermuara di Gunung Argopuro. Daya listrik yang dihasilkan kincir ini beragam. Ada yang berkapasitas 3000 Watt, ada yang 5000 Watt. Yang 3000 Watt mampu mengaliri listrik sebanyak 10 kepala keluarga (KK), sedangkan yang 5000 Watt mampu mengaliri 15 KK. 

“Sejak dahulu desa ini tak pernah ada listrik dari PLN. Kita pakai lampu tempel dari minyak tanah. Baru dari 2009 lalu ada bantuan kincir air dari perusahaan swasta dan perorangan," kata Supatmi, warga desa setempat kepada TIMES Indonesia yang berkunjung ke lokasi, Selasa (14/11/2017).

Desa Kedungsumur, terletak di Kaki Gunung Argopuro. Desa ini berjarak 21 kilometer dari Kota Kraksaan, sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo. Sekitar 2 kilometer dari desa ini, akses jalannyapun cukup sulit. Setidaknya harus memilih jalan dan berjalan lamban meski menggunakan kendaraan roda dua karena jalannya yang sudah rusak. 

Desa ini mempunyai 5 dusun. Meliputi Dusun Kedungsumur, Kalianyar, Krajan, Tanian Lanjeng dan Dusun Kohtengah. Saat mayoritas kampung mulai menikmati listrik PLN, tidak demikian dengan desa ini.

Warga di sini baru mengenal listrik pada 2009 melalui pembangkit listrik mikrohidro. Pembangkit listrik alternatif ini, memanfaatkan aliran sungai yang banyak di desa ini. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search