TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga
Liga 1

Manajer Madura Unted Ungkap Adanya Tekanan Terhadap Klub

09/11/2017 - 13:58 | Views: 4.97k
Madura United berada di bawah tekanan saat menghadapi Bhayangkara FC. Madura United kalah 1-3 dari Bhayangkara FC. (Foto : MUFC).

TIMESBANYUWANGI, PAMEKASAN – Manejer Madura United, Haruna Sumitro membeberkan tekanan dan ancaman terhadap timnya sebelum pertandingan melawan Bhayangkara FC di Stadon Gelora Bangkalan (SGB), Rabu (8/11/2017) malam. Ancaman berupa pembatalan pertandingan dari pihak kepolisian, karena izin keramaian dari Polres Bangkalan tiba-tiba dicabut. 

"Kami mendapat ancaman dan teror karena rekomendasi izin keramaian tiba-tiba dicabut," terang Haruna Sumitro, Kamis (9/11/2017). 

Haruna menambahkan, di saat Madura United dalam kondisi tertekan, tiba-tiba ada seseorang yang tidak mau disebutkan identitasnya oleh Haruna, memberikan jaminan bahwa kalau Madura United mau diajak negosiasi, maka pelaksanaan pertandingan bisa dilaksanakan dengan lancar. 

"Saya terkejut dengan kejadian tadi malam. Namun saya sadar bahwa Bhayangkara FC merupakan identitas korps kepolisian," ungkap mantan Ketua Asprov PSSI Jawa Timur ini. 

Kuat dugaan, adanya tekanan dan teror tersebut dalam rangka untuk memuluskan langkah Bhayangkara FC untuk menjuarai Go-Jek Traveloka Liga1. Bahkan, suporter Madura United yang melaksanakan nonton bareng di luar stadion ikut diusir. Padahal pada saat pertandingan dengan Barito Putra, tidak ada persoalan. Dalam pertandingan malam itu, Madura United kalah 1-3 atas Bhayangkara FC.

“Sepertinya ada urutan kriminalisasi sepak bola di Indonesia yang juga dialami oleh Madura United. Oleh sebab itu, saya mohon maaf kepada rakyat Madura atas kejadian yang dialami klub selama beberapa pekan ini,” tandasnya. (*)

Jurnalis : Putera Khafi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search