TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita
Hari Pahlawan Nasional

Malang Tempat Konsolidasi, Dwi: Malang Tepat sebagai Kota Pejuang

09/11/2017 - 11:25 | Views: 7.44k
Pakar sejarah UM Dwi Cahyono di dialog kebangsaan Malang Kota Pejuang. Kamis, 9/11/2017. (FOTO: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Predikat Malang Kota Pejuang sangat tepat untuk Malang. Selain sejarah perjuangan di Malang sangat panjang dan monumental. Dengan sejarah panjang itu, maka bumi Malang ini cukup layak.

Demikian disampaikan pakar sejarah UM Dr Dwi Cahyono dalam Dialog Kebangsaan "Malang Kota Pejuang, Kenapa Tidak?". Acara ini digelar oleh Kodim 0833, PD XIII GM FKPPI dan Harian Pagi Jawa Pos Radar Malang di Hotel Ijen Suites Kota Malang, Jatim (9/11/2017). 

Dwi menjelaskan, sejarah panjang perjuangan di Malang berawal pada tahun 1122. Pusat perjuagan itu ada di Gantang (Ngantang). Ngantang adalah kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Bahkan di Ngantang ini ada malam Karaeng Galesong, tokoh perjuangan kala itu. Khususnya di masa Kerajaan Kediri.

Dwi-Cahyono5RIHL.jpg

Terma pejuang inilah yang sangat cocok untuk Malang. "Dulu saat era penjajahan, Malang ini temlat konsolidasi. Sehingga Malang ini pernah sebagai kota garnisun. Jadi pas saya kira," tandasnya.

Dwi-CWvCX6.jpg

Dwi mencontohkan saat Diponegoro berjuang, mereka pun berkonsolidasi di Malang. Bahkan salah satu jejaknya ada di Gunung Kawi. Di mana salah satu pengawalnya dimakamkan di sana," tandasnya. (*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search