TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga

Tim Sepak Bola Diperlakukan Kasar, Unitomo Lapor ke Polda dan PSSI

08/11/2017 - 22:00 | Views: 29.42k
Rektor Unitomo, Bachrul Amiq, menyerahkan berkas laporan secara simbolik kepada PSSI Jatim yang diwakili oleh Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin, Rabu (8/11/2017). (FOTO: Lely/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Laga Torabika Campus Cup 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyisakan kekecewaan dan luka mendalam bagi Tim UKM Bola Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya. Mereka menerima perlakuan kasar yang mengarah pada penganiayaan dan mengakibatkan trauma psikis maupun fisik.

Usai menjelaskan kejadian pada pihak kampus, rektor Unitomo, Bachrul Amiq, siang tadi mengadukan peristiwa tidak menyenangkan ini kepada PSSI Jatim dan segera membuat laporan kepada pihak berwajib, Rabu (8/11/2017).

Hal tersebut diutarakan Bachrul Amiq, didampingi pengurus KONI sekaligus Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin. Menurutnya, insiden tidak mengenakkan berupa tendangan, cekikan di leher oleh wasit, serta yel-yel pelecehan terhadap almamater kampus tersebut sudah tidak bisa ditoleransi. Setelah sebelumnya, Bachrul Amiq, juga sempat mengadukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum Polda Jatim.

Alat-Bukti6TaoM.jpgBeberapa potongan gambar dan video yang akan menjadi alat bukti laporan pihak Unitomo ke Polda Jatim, Rabu (8/11/2017). (FOTO: Lely/ TIMES Indonesia)

"Waktu itu disarankan agar menunjukkan foto waktu dicekik oleh penjaga gawang dari UMM, ini sudah bisa dipidanakan," terang Bachrul Amiq, Rabu (8/11/2017).

Usai melihat visualisasi berupa video dan potongan gambar kejadian, Bachrul Amiq meneteskan air mata.

Alat-Bukti-26jNr.jpgBeberapa potongan gambar dan video yang akan menjadi alat bukti laporan pihak Unitomo ke Polda Jatim, Rabu (8/11/2017). (FOTO: Lely/ TIMES Indonesia)

"Kita tidak bisa tinggal diam dari sisi pertandingan kami minta PSSI bertindak, dari sisi kekerasan kami akan bawa ke ranah hukum, karena sudah merupakan penganiayaan. Kami akan melaporkan secara resmi ke Polda Jatim," tegas Bachrul Amiq.

Kejadian bermula pada pertandingan 2 November 2017 kemarin, saat tim UKM Bola Unitomo melawan tim UKM bola dari UMM. Sehari sebelumnya Unitomo berhasil mengalahkan juara bertahan Torabika Campus Cup, IKIP Budi Utomo Malang.

"Pada saat pertandingan, suporter dari tuan rumah menyanyikan lagu yang menurut kami rasis," terang pelatih UKM Bola Unitomo, Agung Fitrayanto.

Teguran keras pihak tim bola Unitomo pun sempat disampaikan pada panitia namun tidak dihiraukan.

Alat-Bukti-3GE8rm.jpgBeberapa anggota tim UKM Bola Unitomo, di antaranya mengalami penganiayaan saat berlaga di UMM Malang, Rabu (8/11/2017). (FOTO: Lely/ TIMES Indonesia)

"Hingga ada oknum wasit yang saat itu mencekik dan mendorong official tim Unitomo, karena protes kami dinilai keras," tegasnya. Ia menambahkan, saat itu belum ada gol sama sekali yang diluncurkan dari kedua belah pihak.

Sampai akhirnya Unitomo berhasil memasukkan gol pada menit ke -15, namun dinilai offside. Tidak berselang lama, UKM Bola Unitomo berhasil melancarkan serangan dan menelurkan gol kedua. Situasi di lapangan mulai memanas, tindakan kasar dari UMM semakin tidak ditanggapi wasit. Sontak peristiwa tersebut membuat tim mengalami trauma baik psikis maupun fisik.

"Kami mempersiapkan ini dengan sangat baik, kami percaya diri berangkat ke Malang untuk merebut juara di sana. Tanpa kecurigaan usai memenangkan pertandingan pada hari pertama. Selanjutnya hari kedua bertemu dengan tuan rumah UMM," ungkap Agung yang diamini oleh manager tim UKM Bola, Mesak Paidjala.

Keduanya menegaskan bahwa yang mereka hadapi sebenarnya bukan dari tim UMM, karena usai pertandingan pihak UMM meminta maaf melalui pesan di akun Instagram. 

"Kami kira dari perangkat pertandingan yang menjegal Unitomo untuk gagal masuk babak berikutnya," ucap Mesak Paidjala menyayangkan.

Dokumentasi serangkaian kejadian ketika tim bola Unitomo didzalimi disiapkan menjadi alat bukti yang cukup kuat untuk segera membawa pihak yang dituding ke ranah hukum. Korban di antaranya adalah Dea Estu Ramadhan (19) mengalami tendangan pada dada kiri serta Ahmad Syaifullah (23) yang dicekik oleh wasit.

Alat-Bukti-4r3TkJ.jpgAudiensi pihak kampus, PSSI Jatim dengan tim official UKM Bola Unitomo serta pemain, Rabu (8/11/2017). (FOTO: Lely/ TIMES Indonesia)

"Lawan sengaja menendang dada bagian kiri, mempengaruhi fisik dan mental saya," cerita Dea Estu.

Alat bukti tersebut termasuk kesaksian beberapa pihak melalui percakapan whatsapp dan media sosial.

"Sangat terlihat sekali, dan ada kata - kata hakim garis ketika tendangan pinalti bahwa kita (Unitomo) jangan berharap menang apapun. Melalui percakapan whatsapp dengan salah seorang rekan UMM juga menyatakan bahwa kejadian ini 'wis disetting karo wong njero'," ucapnya menirukan.

"Kami sudah diperlakukan seperti binatang di sana, kenapa harus begitu, kami tidak terima. Kami berharap keadilan demi proses - proses ke depan," tegas Mesak.

"Saya sangat menyayangkan kejadian di Malang, karena saya tahu banyak bakat muda yang ada, dengan kejadian ini banyak adik saya yang trauma baik psikis maupun fisik," tambah Agung.

Menanggapi pengaduan tersebut, Amir Burhanuddin menyatakan sikap tegas untuk segera mengambil tindakan. Menurut Amir, event Torabika Campus Cup masuk dalam wilayah yuridiksi PSSI Jatim, namun tidak ada laporan atas terselenggaranya event ini.

"Dengan ini kami jadi tahu kalau ada event sepakbola nasional di wilayah yuridiksi kami karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya," papar Amir.

Penugasan perangkat pertandingan sendiri sudah diatur dalam PSSI sebagai federasi yang berwenang, kecuali memang dimandatkan oleh PSSI setempat.

"Kendali penuh perangkat pertandingan ada pada kami. Kami akan follow up kasus ini dan memanggil mereka serta meminta data lengkap untuk segera menindak lanjuti. Saya tidak bisa berkata apa - apa dan melihat visualisasi sedemikian rupa, kami rasa jadi perlu masuk ke ranah ini," tuturnya panjang lebar usai menyaksikan potongan video dan gambar kejadian.

Selanjutnya, PSSI Jatim akan mengejar pelaku termasuk di dalamnya adalah panitia event.

"Apapun yang terjadi pada pertandingan itu sudah selesai, tapi pelaku - pelakunya akan kami kejar. Kami akan kejar siapa - siapa pelakunya dan panitianya. Kami punya statuta PSSI yang komplek dan kompeherensif. Saya harap teman - teman tidak boleh putus asa dan kami akan mengurai serta mengantongi nama para pelaku," pungkasnya. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search