TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Awas! Kebiasaan Duduk Ini Sebabkan Kelumpuhan

02/11/2017 - 01:31 | Views: 18.88k
ILUSTRASI. Duduk tumpang kaki. (FOTO: uzone.id)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Duduk dengan menyilangkan kaki atau tumpang kaki pasti sering Anda lakukan. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata membawa dampak buruk untuk kesehatan. Benarkah?

Dilansir dari Nakita, Dr. Dasha Fielder, mengungkapkan duduk dengan tumpang kaki bukanlah posisi duduk yang baik. Duduk dengan melakukan tumpang kaki besar kemungkinan mengalami masalah pinggul, panggul, dan tulang belakang.

Untuk mengetahui lebih jelas dampak duduk dengan tumpang kaki, berikut alasan mengapa duduk dengan posisi ini harus dihindari.

Menyebabkan Kelumpuhan Saraf Peroneal
Mempertahankan postur tubuh tertentu dalam waktu lama dapat menyebabkan kelumpuhan saraf peroneal. Hal ini juga bisa terjadi jika duduk pada posisi yang sama untuk jangka waktu lama. Tapi posisi yang paling mungkin menyebabkan palsi pada saraf peroneal adalah tumpang kaki.

Memicu Peningkatan Tekanan Darah
Ada yang menyakini hal ini, duduk lama dengan tumpang kaki membuat tekanan darah di tubuh meningkat, meskipun tidak memiliki masalah dengan tekanan darah. Akan tetapi,  hal ini tidak diyakini oleh Fielder.

Menyebabkan Ketidakseimbangan Panggul
Tumpang kaki dalam waktu lama dapat membuat otot paha bagian dalam lebih pendek dan otot paha bagian luar lebih panjang, kondisi ini menyebabkan sendi berisiko bergerak keluar dari tempatnya.

Meningkatkan Kemungkinan Varises
Meski faktor penyumbang terbesar untuk varises adalah gen, ternyata tumpang kaki juga ikut berperan. Sering melakukan tumpang kaki bisa menyebabkan radang pada vena di kaki dan hal ini dapat menyebabkan pembekuan darah di kaki sehingga pembuluh darah pun membengkak.

Membuat Postur Bungkuk
Duduk dengan tumpang kaki selama lebih dari tiga jam per hari dapat menyebabkan seseorang mengembangkan postur bungkuk, nyeri punggung bawah, leher, dan ketidaknyamanan di pinggul mereka. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search