TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Pesawat Legendaris Itu Singgah di Sekolah-Sekolah

30/10/2017 - 18:53 | Views: 6.10k
Para siswa SMPN 1 Ngawi melihat dari dekat Pesawat Ilyushin II-14 Avia saat singgah di perjalanan menuju Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta, Senin (30/10/2017) . (Foto: Pentak Lanud Abd Saleh)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Pesawat legendaris Lyushin II-14 Avia akan menjadi koleksi Museum Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Meninggalkan Pangkalan Udara Abdulrahman Saleh (Lanud Abd Saleh) Malang, Minggu (28/10/2017) malam, pesawat buatan Cekoslovakia ini dibawa menuju Yogyakarta melalui jalur darat.

Pesawat Avia diangkut menggunakan 4 truk trailler, setelah sebelumnya dibongkar selama 4 bulan oleh 17 awak dari Skatek 023 dan Depohar 30. Setelah berhasil loading, 4 trailler yang mengangkut potongan pesawat bergerak menuju kota Gudeg.

Rombongan menyusuri jalan melintasi Pandaan-Japanan-Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Ngawi-Solo dan akan berakhir di Yogyakarta. "Kami memilih jalan malam untuk menghindari kemacetan," kata Mayor Wayan Darmadi sebagai Perwira Proyek.

Menurut keterangan Kepala Penerangan Lanud Abd Saleh Malang, Mayor Sus Hamdi Londong Allo, rombongan yang membawa pesawat sempat berhenti di Perak, Kabupaten Jombang.

"Sekitar pukul 05.00 WIB sudah sampai di Perak, Kabupaten Jombang, istirahat sebentar sekaligus menghindari kemacetan. Pukul 09.00 WIB jalan kembali," ujarnya, Senin (30/10/2017). 

Sepanjang perjalanan, rombongan menyempatkan memberi edukasi kepada masyarakat dengan berhenti di sekolah-sekolah yang berada di bahu jalan. 

Persinggahan pertama di SD Baitul Azzah, Kabupaten Nganjuk. Di sini, kata Mayor Hamdi, semua siswa keluar dan diizinkan untuk mendekat dan menaiki pesawat. "Para kru disiapkan untuk menjawab semua pertanyaan dari siswa maupun para guru," imbuhnya. 

Selanjutnya, rombongan singgah di depan SMPN 1 Mejayan Caruban, Kabupaten Madiun. Hal serupa, para guru dan siswa bisa melihat pesawat legendaris Indonesia.

Kru yang membawa pesawat Avia juga singgah SMP 1 dan SDN Watualang. Kedua sekolah itu berada di Kabupaten Ngawi.

Sementara itu, Perwira Proyek (Payek) Mayor Tek I Wayan Adi Dharmadi ST MT mengatakan, rombongan berjalan dengan kecepatan sekitar 50 meter per jam. Mereka telah melewati jalan lingkar (Ringroad) Kota Surakarta.

Diperkirakan perjalanan akan menempuh waktu selama 2 hari. Rombongan akan melewati 7 jembatan dengan ketinggian 5 meter, juga melewati 3 persimpangan flyover tol setinggi 5,30 meter.

"Diperkirakan tengah malam atau Selasa dinihari pesawat Avia sudah berada di Kota Yogyakarta," ujar Wayan Adi Dharmadi.

Pesawat Ilyushin II-14 Avia merupakan pesawat legendaris yang masih tersisa dari 22 yang sudah tidak berwujud lagi. Pesawat merupakan pengadaan periode 1958 sampai 1962-an dari Cekoslovakia. 

Pesawat dengan bobot 12.600 kg dan berat saat take off 18.000 kg itu sudah di-assembling selama 4 bulan terakhir, tepatnya sejak Agustus. 

Pesawat diangkut dengan 1 truk low bed 12M dan 3 truk trailler 7 M, 2 truk caraka 1 crane serta 1 kendaraan operasional.

Diboyongnya pesawat Ilyushin II-14 Avia ke Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, sesuai perintah Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dia ingin menjadikannya sebagai sumber sejarah bagi generasi muda.

Pesawat Avia akan melengkapi termasuk 16 yang akan menjadi penghuni baru Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search