TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Seorang Anak yang Jadi Korban Tindak Pidana Berhak Mendapat Restitusi

26/10/2017 - 15:38 | Views: 3.42k
ILUSTRASI - Perlindungan anak (FOTO: Setkab)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Presiden telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Restitusi Bagi Anak Yang Menjadi Korban Tindak Pidana.

Sejak ditandatanganinya PP tersebut maka seorang anak yang menjadi korban tindak pidana berhak mendapat ganti rugi atas kerugian materiil dan atau immateriil yang diderita korban atau ahli warisnya.

Pembayaran ganti kerugian atau restitusi akan dibebankan ke kepada pelaku berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Adapun definisi anak dalam PP tersebut adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Menurut PP ini, setiap anak yang menjadi korban tindak pidana berhak memperoleh Restitusi.  Anak yang menjadi korban tindak pidana sebagaimana dimaksud meliputi: a. Anak yang berhadapan dengan hukum; b. Anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual; c. Anak yang menjadi korban pornografi; d. Anak korban penculikan, penjualan , dan/atau perdagangan; e. Anak korban kekerasan fisik dan /atau psikis; dan f. Anak korban kejahatan seksual.

“Restitusi bag Anak yang menjadi korban tindak pidana berupa: a. ganti kerugian atas kehilangan kekayaan; b. ganti kerugian atas penderitaan sebagai akibat tindak pidana; dan/atau c. penggantian biaya perawatan medis dan/atau psikologis,” bunyi Pasal 3 PP ini.

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Demikian bunyi Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 16 Oktober 2017 itu. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search