TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Tekan Pelanggar Lalu Lintas, Satlantas Polresta Sidoarjo Gunakan "Speed Gun"

26/10/2017 - 12:54 | Views: 3.83k
Petugas Satlantas Polresta Sidoarjo saat menggunakan alat pengukur kecepatan "Speed Gun" dijalan raya Pahlawan Sidoarjo. (FOTO: Mulya Andika/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SIDOARJO – Satlantas Polresta Sidoarjo akan mengintensifkan penggunaan alat pengukur kecepatan 'Speed Gun' untuk optimasi penindakan terhadap pelanggaran batas kecepatan kendaraan bermotor di wilayahnya.

Penggunaan "Speed Gun" nantinya akan dilakukan di kawasan kawasan lalu lintas yang trafiknya tinggi serta daerah rawan kecelakaan lalu lintas. "Alat 'Speed Gun' ini untuk menekan pelanggaran lalu lintas akibat mengemudikan kendaran dengan kecepatan tinggi yang berpotensi luka berat dan meninggal dunia." kata Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Wahyu Endrajaya, Kamis (26/10/2017).

Mantan Kapolsek Genteng, Surabaya ini memaparkan sebelum menerapkan penggunaan alat tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Jika ada kendaraan yang melanggar maka penindakannya dengan teguran tertulis dan penindakan dengan tilang.

"Pembatasan kecepatan pada kendaraan bermotor masih sering diabaikan pengguna jalan. Padahal kebanyakaan faktor kecelakaan karena pengemudi membawa mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata (kecepatan tinggi red) sehingga pengemudi sering tidak bisa menguasai kendaraanya sehingga terjadi kecelakaan," paparnya.

POlres-SIdoarjo-AAYGUs.jpgKasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Wahyu Endrajaya saat memberi keterangan kepada jurnalis (FOTO: Mulya Andika/ TIMES-Indonesia)

Solusi permasalahan tersebut, imbuh Kompol Wahyu pengendara harus sadar peraturan lalu lintas. Dengan adanya alat ini nantinya akan terdeteksi pelanggar lalu lintas yang kebut-kebutan menyebabkan bahaya bagi pengendara lain.

"Dengan adanya alat ini kami ingin membangun budaya tertib lalu lintas di Kabupaten Sidoarjo" harapnya.

Wahyu menegaskan, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 tahun 2015 tentang tata cara batas kecepatan, diatur, batas kecepatan kendaraan bermotor di jalan tol adalah 60 km/jam sampai dengan 80 km/jam atau 60 km/jam sampai dengan 100 km/jam, jalan perkotaan 50 km/jam, dan jalan pemukiman 30 km/jam.

"Pelanggaran batas kecepatan akan dikenakan pasal 287 juncto pasal 106 ayat (4) huruf a Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000," pungkasnya (*)

Jurnalis : Rudy Mulya
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search