TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Ternyata Orang Kurus Lebih Beresiko Mengidap Demensia

27/10/2017 - 01:29 | Views: 5.44k
ILUSTRASI: Kurus (FOTO: Hellosehat)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Resiko manusia mengidap demensia tidak bisa dihindarkan. Studi penelitian terbaru mencatat adanya hubungan erat antara berat badan dan kemungkinan terkena demensia. Peneliti London School of Hygiene and Tropical Medicine, Nawab Qizilbash, menemukan bahwa orang yang terlalu kurus lebih rentan beresiko mengidap demensia.

Hampir dua juta orang di Inggris diamati beberapa waktu, orang-orang kurus memiliki resiko demensia tertinggi saat menginjak usia lanjut, dan resiko menurun dengan meningkatnya indeks massa tubuh atau berat badan naik.

Pengamatan tersebut bertentangan dengan penelitian sebelumnya bahwa orang dengan obesitas meningkatkan resiko demensia. Qizilbash mengungkapkan bahwa usaha awal untuk menurunkan tingkat demensia melalui pengurangan jumlah penderita obesitas, sayangnya bukti itu lemah dan tidak sepenuhnya konsisten. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengadakan penelitian dan menganalisa dua juta orang selama dua dekade.

Hasil penelitian dipublikasikan dalam Lancet Diabetes and Endocrinology, menggunakan data tertutup sebanyak 1.958.191 responden usia antara 45-66 tahun, bebas dari gejala demensia pada awal pengamatan. Pengamatan dilakukan selama sembilan tahun, akhir studi ditemukan sekitar 45 ribu terdiagnosa demensia.

Ditemukan orang gemuk (BMI lebih dari 40) memiliki resiko demensia 29% lebih rendah dibandingkan orang dengan berat badan sehat. Orang kurus (BMI 26-27) memiliki 64% resiko demensia lebih tinggi. Namun, Qizilbash mencatat bahwa pengidap obesitas atau orang kelebihan berat badan memiliki resiko kematian lebih tinggi.

Deborah Gustafson, peneliti neurologi State University of New York – Downstate Medical Center in New York, mengatakan cara terbaik untuk mengurangi resiko demensia ialah mengatur pola makan, tidak merokok dan berolahraga secara teratur. Ia menambahkan bahwa hal itu penting juga untuk menjaga kesehatan dari diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search