TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Hebat, Ubah Limbah Kulit Kacang Menjadi Hand Sanitizer

26/10/2017 - 10:52 | Views: 5.25k
Tiga SMA Muhammadiyah 1 Babat, Kartika Merdeka Wati Mulyono, Salwa Asrofil, dan Nadhiro mempraktekkan cara membuat hand sanitizer berbahan utama limbah kacang, Kamis (26/10/2017). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, LAMONGAN – Untuk kesekian kalinya SMA Muhammadiyah 1 Babat (SMA MUH1BA), Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menelurkan inovasi kreatif yang memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungannya.

Adalah Kartika Merdeka Wati Mulyono, Salwa Asrofil, dan Nadhiro yang memunculkan ide kreatif dengan menciptakan hand sanitizer (pembersih tangan) menggunakan limbah kulit kacang.

Ide membuat pembersih tangan ini tercetus karena melihat tumpukan limbah kulit kacang yang terbuang sia-sia tanpa bisa dimanfaatkan. “Kami melihat sekitaran babat, banyak limbah kulit kacang terbuang sia-sia,” kata Kartika, Kamis (26/10/2017).

Mereka pun lantas menghabiskan waktu di satu ruangan paling pojok SMA MUH1BA untuk fokus melakukan penelitian akan kandungan dari kulit kacang. “Limbah kulit kacang ternyata mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, dan asam fenolik,” ujarnya.

SMA-Muhammadiyah-1-Babat-Cgch8Q.jpg

Menurut Kartika, dari beberapa referensi diketahui apabila kulit kacang mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas anti bakteri. “Kami mencari cara kulit kacang bisa dimanfaatkan, bisa menghasilkan produk. Jadi sangat cocok digunakan untuk hand sanitizer,” ucapnya.

Setelah tercetuslah membuat hand sanitizer dari kulit kacang, ketiga gadis berjilbab ini lantas mencari bahan pelengkap yang tak mengandung efek samping untuk mensempurnakan pengerjaan pembuatan hand sanitizer.

SMA-Muhammadiyah-1-Babat-Bc9dr.jpg

Dari penelusuran yang mereja lakukan, kulit kacang itu pun dipadukan dengan lidah buaya, yang mengandung saponin dan kulit jeruk nipis yang mengandung minyak atsiri, yang sekaligus digunakan sebagai pewangi.

“Jadi bahan utama hand sanitizer kulit kacang, kulit ari kacang, lidah buaya yang mengandung saponin, pewanginya kita menggunakan kulit jeruk nipis karena memiliki minyak atsiri juga,” tutur Kartika.

Setelah semua bahan itu terkumpul, Kartika mengaku, proses pembuatan hand sanitizer berbahan utama limbah kulit ini tak terlalu sulit. “Proses sangat sederhana. Karena dibuat secara manual, tidak menggunakan mesin-mesin yang bisa digunakan di pabrik-pabrik,” katanya.

Lebih lanjut Kartika membeberkan, semua bahan membuat hand sanitizer itu pun dibersihkan untuk selanjutnya djemur di bawah terik matahari. “Setelah penjemuran, lalu penghalusan, penyaringan, pencampuran semua bahan, kita lakukan proses sterilisasi dan penambahan jel terwujudlah produk kami,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, produk hand satitizer berbahan utama limbah kulit kacang ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk yang beredar di pasaran. Produk di pasaran kebanyakan mengandung bahan kimia yang memunculkan efek samping.

“Keunggulan, tidak menggunakan alkohol, yang memiliki efek samping pada tangan gatal-gatal dan kering, produk kami lebih praktis dan ekonomis,” tutur Kartika.

SMA-Muhammadiyah-1-Babat-DsBwCm.jpg

Hasil jerih payah tiga siswi kreatif yang melakukan penelitian selama tiga bulan ini pun terbayar, mereka mampu menyabet juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). “Sudah melombakan di Unesa, mendapat juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah,” ujarnya.

Sementara di sisi lain, guru pembimbing Emzita Taufik mengatakan bahwa terciptanya produk hand satitizer  ini murni merupakan ide para siswa. “Kami dari sekolah memberikan fasilitas dan gambaran, semua terletak pada anak-anak, memberikan pemahaman, untuk tengok di lingkungan sekitar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurut Zita, pihak sekolah selanjutnya memberikan fasilitas untuk penelitian dan mengembangkannya. “Nanti akan diproduksi skala lebih besar. sehingga bisa digunakan untuk masyarakat,” ucanya. (*)

Jurnalis : Ardiyanto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search