TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Banting Setir dari TNI, Muhammad Kini Jadi Pengusaha Furniture Sukses

26/10/2017 - 10:34 | Views: 6.22k
Muhammad Mawardi, seorang pengusahan furniture sukses Bondowoso. (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, BONDOWOSO – Seorang yang memiliki jiwa wirausaha sejati adalah mereka yang berani memulai dan merintis bisnis dari nol. Itulah gambaran dari perjalanan Muhammad Mawardi, seorang pengusahan furniture sukses dari Bondowoso yang saat ini berhasil menembus pasar furniture ke berbagai daerah di Indonesia.

Ditemui TIMES Indonesia, Muhammad menceritakan memulai usahanya sejak tahun 2000. Dulunya, ia adalah seorang anggota TNI yang sering ditugaskan mengawal pengiriman barang ke berbagai daerah termasuk Bali.

Pengalaman dan jaringan selama menjadi anggota militer inilah yang kemudian mengantarkan Muhammad menjadi pengusaha furniture sukses dengan omzet puluhan juta tiap bulannya.

"Awal saya hanya menjual kayu mentah saja kepada pengrajin yang ada di Bali, kemudian merembet menjual barang jadi hingga sekarang," tutur Muhammad.

MEjaMbYTu.jpg

Tidak selamanya mulus, ia mengatakan pernah juga mengalami masa kelam tatkala tragedi Bom Bali 1 dan 2 meledak. Praktis, permintaan akan kayunya menurun drastis hingga usahanya hampit kolaps.

Tidak mau terlarut, Muhammad tetap optimis dan terus menjalankan usahanya dan mulai mencari pasar di daerah lain termasuk Surabaya, Yogyakarta, dan kota-kota yang lain.

MEja-27JOZ.jpg

Usaha milik Muhammad dengan nama "Emha Furniture" ini menerapkan sistem pesan. Hingga saat ini kata dia, puluhan pembeli telah antre sampai akhir tahun, "Ini sudah sampai akhir tahun penuh mbak. Saya tiap hari harus ke lokasi proyek," katanya.

Muhammad mengaku tidak memiliki taktik tertentu dalam menjalankan bisnisnya. Kuncinya kata dia adalah menjual furniture dengan kualitas baik dan memberikan pelayanan yang maksimal.

"Kualitas barang dan pelayanan kita harus maksimal. Jika ada komplain dari pembeli, saya selalu layani dengan baik, dari situ pembeli segan, merasa dihargai," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan aktif terlibat dalam pengembangan industri kreatif dan UMKM yang ada.

Hal tersebut salah satunya dengan mengajak para pelaku UMKM menunjukkan produknya dalam pameran-pameran yang dilaksanakan diberbagai kota.

Muhammad juga mengakui bahwa peran Diskoperindag dalam perkembangan usahanya begitu signifikan. Usai diajak mengikuti pameran di Surabaya, pangsa pasar furniture Muhammad meluas hingga Makassar.

PRoduk2NQVL.jpg

"Saya merasakan sendiri bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini Diskoperindag cukup baik. Pasar saya bisa meluas seperti sekarang juga berkat Diskoperindag yang mengajak saya mengikuti pameran," katanya.

Muhammad juga mengaku telah mencoba memasarkan produknya lewat internet, namun ia merasa hal tersebut kurang efektif.

"Saya merasa pemasaran yang efektif adalah dengan gelar produk. Dari situ pembeli bisa langsung berinteraksi dan meihat secara langsung bagaimana kualitas produk kami," ujarnya.

Muhammad sendiri mengaku tidak tertarik merambah bisnis di sektor lain. Ia tetap akan fokus mengembangkan bisnis furnitur yang sedang dilakoninya. Untuk membesarkan bisnis furnitur, ia fokus pada mutu dan pelayanan yang diberikan.

Sementara itu,  Kepala Diskoperindag, Bambang Soekwanto menegaskan pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada UMKM yang ada di Bondowoso. Tidak hanya itu, arena promosi untuk UMKM diberbagai daerah bahkan Jakarta juga akan disiapkan selama kualitas produk bisa diandalkan.

"Untuk tahu kualitas produk harus ikut arena promosi, tentu ini akan memacu produk-produksi dan meningkatkan daya saing" kata Bambang. 

Hingga saat ini, produk Emha Furniture telah dipasarkan ke berbagai daerah, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Bali hingga Makassar. (*)

Jurnalis : Aminatus Sofya
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search