TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Nenek di Glagah Tersambar Kereta Api

25/10/2017 - 22:54 | Views: 5.82k
ILUSTRASI: Orang meninggal (GRAFIS: Dok. Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Diduga karena berjalan terlalu dekat dengan perlintasan kereta api, seorang nenek bernama Armani (67) warga Lingkungan Watubuncul, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, meninggal dunia setelah disambar kereta api Pandan Wangi jursan Banyuwangi – Jember

Peristiwa ini terjadi  di KM 8+7, Lingkungan Sukorejo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Menurut keteranga polisi, kecelakaan yang terjadi, Rabu (25/10/2017) tersebut bermula saat korban yang sudah pikun berjalan-jalan dekat rel.

Tanpa disadari dari arah timur melaju  Kereta Api jurusan Banyuwangi - Jember, korban yang posisinya terlalu dekat dengan rel akhirnya tersambar kereta Hingga terpental dan meninggal dunia.

Oleh Polisi, Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan visum. 

"Kami menduga pendengaranya korban sedikit terganggu, Sehingga korban tidak mendengar klakson kereta. Korban mengalami luka parah dibagian kepala, kaki dan tangan juga patah, " ungkap Kanit Laka Polres Banyuwangi, IPTU Budi Budi Hermawan.

Budi mengimbau, kepada masyarakat yang tinggal di sekitar perlintasan Kereta Api agar lebih berhati hati, karena hal iti sangat berbahaya.

"Kami juga berharap, warga tidak melakukan terlalu dekat dengan perlintasan kereta apa lagi di saat jam jam kereta melintas," ucapnya. (*)

Jurnalis : Erwin Wahyudi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search