TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

HMJ Administrasi Publik Unesa Gelar Diskusi Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

25/10/2017 - 19:17 | Views: 11.63k
Himpunan Mahasiswa Jurusan Admnistrasi Publik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar seminar Administrasi Publik, mengevaluasi kinerja Pemerintahan Jokowi-JK, di Aula LPPM Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/10/17). (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Himpunan Mahasiswa Jurusan Admnistrasi Publik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar seminar Administrasi Publik. Seminar ini mengevaluasi kinerja Pemerintahan Jokowi-JK dengan tema “Pencapaian Keberhasilan Tiga Tahun Nawacita Jokowi-JK". Kegiatan ini berlangsung di Aula LPPM Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/10/17).

Tiga tahun menjabat sebagai Presiden Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengusung program Nawacita. Program ini dinilai HMJ Administrasi Publik Unesa belum menunjukkan hasil yang signifikan. 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes. Pol. M. Iqbal S.I.K., M.H. yang hadir selaku pemateri mengatakan Polisi sudah berupaya menjalankan program Nawacita dengan mengutamakan kepuasan masyarakat dalam setiap menjalankan tugasnya. 

"Salah satu cara dengan komunikasi dengan masyarakat dan berusaha untuk hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya. 

Selain itu, dia mengungkapkan dengan bahwa anggaran untuk narapidana di Surabaya cukup besar sekitar Rp142,35 Miliar. Hal tersebut dinilai pemborosan anggaran. Dengan demikian harus dilakukan pembinaan dan bimbingan supaya menekan angka kriminal. Menekan penggunaan anggaran, juga dalam rangka mewujudkan Nawacita. 

M Iqbal menegaskan yang terpenting dari Program Nawacita adalah membangun kepercayaan "publick trust". 

Sementara itu Kepala BPS Surabaya, Suparno, S.E., M.M. memberikan materi terkait statistik kenaikan kinerja pemerintah dari berbagai faktor. Dia mengatakan secara statistik garis kemiskinan di Kota Surabaya dari tahun 2014 - 2016 mengalami kenaikan. 

Hal tersebut kata Suparno disebabkan tingginya tingkat pengangguran. “Sebagai contoh kemampuan yang dimiliki oleh seorang adalah lulusan sarjana IT. Namun pekerjaan yang tersedia sebagai buruh pabrik. Orang tersebut tidak mau mengambil pekerjaan yang bukan keahliannya,” ungkapnya. 

Berbeda dengan Suparno, pengamat Ekonomi dari Unesa, Hendri Cahyono, S.E. mengatakan adanya banyaknya capaian kinerja di era pemerintahan Jokowi-JK. Dia mengatakan adanya penurunan tingkat kemiskinan di era Jokowi. 

"Pengangguran mengalami penurunan berdasarkan tingkat dan jumlah, mengindikasikan peningkatan competitiveness dari tenaga kerja," kata dia. 

Hendri menambahkan adanya pengendalian tingkat Inflasi yang rendah dan terkendali mampu menjaga daya beli masyarakat. "Kualitas hidup ditunjukkan dengan peningkatan kualitas kesehatan yang mampu mendorong kualitas hidup masyarakat," ungkapnya. 

Masih menurut Hendri adanya peningkatan akses pendidikan mendorong kualitas SDM, dan pelayanan kesehatan semakin meningkat dan merata di era Jokowi-JK. 

Ia juga berpendapat pertumbuhan ekonomi yang tinggi menunjukan kesejahteraan masyarakat. Ditunjukan dengan banyaknya usaha yang menjadi tren adalah usaha teknologi finansial. "Mulai sekarang kita semua harus bersahabat dengan teknologi, dan generasi milenial mempengaruhi pertumbuhan ekonomi saat ini dengan bertumbuhnya pelaku-pelaku usaha online,” pungkasnya.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search