TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Wingko Jagung Aman bagi Penderita Diabetes

26/10/2017 - 04:19 | Views: 17.89k
Ibu-ibu dari Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Lamongan ini tengah membuat adonan wingko dari jagung. (Foto: Ardiyanto/lamonganTIMES)

TIMESBANYUWANGI, LAMONGAN – Membahas hidup sehat memang tidak bisa dilepaskan dari asupan makanan. Untuk mendapatkan tubuh yang sehat sebenarnya tidak ada yang sulit, namun semua membutuhkan usaha. Seseorang harus bisa mengatur pola makan, membatasi makanan yang dikonsumsi hingga memilih makanan yang sehat adalah cara yang baik agar tubuh senantiasa sehat. 

Nah, makanan khas Lamongan, berupa wingko  menyajikan pilihan menu hidup sehat dengan memberikan makanan yang sarat dengan berbahan dasar alami dan rempah-rempah. Tetapi, wingko ini bukan wingko seperti yang biasa dijajakan atau dipajang di toko-toko sepanjang jalur Lamongan - Tuban dan Bojonegoro. 

Ibu-ibu rumah tangga di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan membuat wingko sehat, dengan kandungan gula dan kalori nan rendah, yakni wingko yang disisipi dengan jagung. 

"Kita buat wingko ini karena wingko yang biasanya kandungan gulanya tinggi, jadi orang yang punya diabetes gak mau makan, kasihan kan gak bisa nyicipi wingko, jadi kita buat wingko jagung ini," ungkap pembuat wingko jagung dari Desa Banyubang, Juwariyah. Ia pun menegaskan, wingko jagung aman di konsumsi oleh penderita diabetes. 

Tidak hanya sebatas makanan khas yang sehat, mengenai rasa wingko jagung juga memiliki kekhasan tersendiri. "Baunya, sama rasanya lebih sedap, dan empuk kalau dikunyah," lanjut dia. 

Sebenarnya, sambung Juwariyah, proses pembuatan wingko ini tidak jauh berbeda dengan wingko biasanya. "Kelapa kita parut, dicampur dengan tepung ketan sampai rata, lalu biar empuk adonan kita campur dengan air kelapa hangat," urainya. 

Tahapan berikutnya menjadi tahap paling penting dalam pembuatan wingko jagung ini. Pada tahap ini, adonan dicampur dengan irisan jagung. "Gunanya dicampur jagung untuk menetralisir gulanya," urai Juwariyah. 

Lebih lanjut, Juwariyah menuturkan, untuk wingko jagung ini harganya cukup terjangkau. "Satu buah harganya 2000," tambahnya. Harga yang bersahabat dengan kantong itulah membuat wingko khas dari Desa Banyubang ini diburu pembeli sebagai oleh-oleh. 

Satu di antara penggemar wingko jagung Slamet mengatakan rasa wingko jagung lebih berasa alami. "Rasanya beda, dan lebih legit dibanding wingko biasanya," kata dia singkat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Ardiyanto
Editor : Deasy Mayasari
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search