TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Petani Batu Dapat Perhatian Khusus Kampus Terkemuka Malang

25/10/2017 - 18:12 | Views: 6.31k
(FOTO: Yeni/DJ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BATU – Kemenristek Dikti RI melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Tahun 2017 di Aula Rektorat Lantai 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Senin (23/10/2017). Monev bertajuk Presentasi Laporan Kemajuan Pelaksanaan Tahun Anggaran ke II tentang PKM (Program Kemitraan Wilayah)

Kegiatan ini merupakan kerjasama Direktorat Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat UMM (DPPM UMM) dengan Universitas Widya Gama Malang. Kedua kampus melakukan pendampingan di dua desa wilayah Kecamatan Bumiaji, Batu. Yakni, Desa Punten dan Desa Sumber Brantas.

Dalam kegiatan Monev Eksternal ini, hadir secara langsung yaitu Grace Maranatha dari Universitas Nusa Cendana, pemonev Pengabdian Ekternal Multi Tahun Kemenristek Dikti yang langsung melakukan evaluasi berupa presentasi, sharing dan dialog. Kegiatan Monev Eksternal berlangsung lancar, kritis dan cukup konstruktif bagi tim pengabdi pendamping di dua desa tersebut.

Petani-BatuBVPf3.jpg

Tim Pengabdi terdiri antara lain Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si (UMM) sebagai ketua, Dr. Purnawan D Negara (Universitas Widyagama), Drs. Jainuri, M.Si. (UMM) dan Hevi Kurnia Hardini, S.IP, M.Gov (UMM) yang bermitra dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian & Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pemerintah Kota Batu.

Kemitraan ini berupa Konservasi Wisata Agro Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Khususnya pengembangan Wisata Agro Berbasis Konservasi dan Promosi Paket Wisata berbasis Web. 

Susilo Trimulyanto, Kepala Bidang Komunikasi Dinas Kominfo Kota Batu menyatakan program ini masih relevan dengan Perda tentang RPJMD Kota Batu Tahun 2007-2012 dan 2012-2017, di mana Kota Batu sebagai Kota Pariwisata Internasional berbasis pertanian. 
"Sementara visi misi walikota Batu terpilih masih berkesesuaian, yaitu penguatan Agrowisata untuk tahun 2017-2022,” jelas mantan Kepala Bidang Litbang BAPPEDA Kota Batu, yang pada tahun pertama dan kedua masih terus mengikuti secara aktif dinamika dan perkembangan kegiatan ini.

Sementara, Dr Tri Sulistyaningsih, M.Si (UMM), ketua Pengabdi dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM mengatakan pengabdian pendampingan difokuskan di Dusun Krajan, Desa Punten, Bumiaji berupa bantuan berupa dana, alat dan bibit Bunga Krisan untuk Pengembangan Wisata Agro. Kedua ada di Dusun Payan, Desa Punten, Bumiaji, berupa bantuan alat pencacah pupuk organik untuk pengembangan Jeruk agar Pengembangan Wisata Agro dapat lebih berkembang. Dan ketiga, di Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kec. Bumiaji berupa konservasi dengan penanaman Jambu. 

Semangat pemonev Grace Maranatha dari Kemen Ristek Dikti ini sangat luar biasa. Setelah Senin dan Selasa kemarin memimpin sidang presentasi monev dari berbagai daerah kabupaten dan kota yang didampingi perguruan tinggi masing-masing, Rabu (25/10/2017) pagi  Grace Maranatha memimpin visitasi. Tujuannya ke  Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pakar asal Kupang, NTT, ini didampingi Tim Pengabdi, Kelompok Tani, masyarakat dan unsur Pemerintah Kota Batu.

Petani-Batu-31BlKj.jpg

Agenda selanjutnya tim dari Kemristekdikti juga melakukan visitasi ke Pujon Kab Malang, Jombang, Kediri dan Pacitan, berakhir besok di Sumenep. 

Di Dusun Payan, Desa Punten, Kota Batu, rombongan dijamu sarapan oleh Sapari, petani jeruk yang memiliki kemampuan mengolah dan membuat pupuk organik cair secara otodidak. “Sementara ini pemasaran hasil olahan pupuk cair, saya pasarkan secara terbatas kepada para petani jeruk disekitar kota Batu. Harapan saya segera bisa dipatenkan agar bisa dipergunakan juga oleh petani lain,” ujar Sapari, petani paruh baya yang cukup jenaka dan sering membuat rombongan penuh dengan gelak tawa ini. 

Atas keinginan dan harapan dari petani jeruk Sapari ini, DPPM UMM merespon untuk membantu segera menguji bahan, komposisi dan hasil dari pupuk cair ‘made in’ Sapari ini agar bisa dipatenkan. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-1 Editor Team
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search