TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Wisata

Pengunjung Lampaui Target, Bamboo Lighting Festival Jadi Event Tahunan

26/10/2017 - 01:19 | Views: 9.24k
suasana Gelaran Bamboo Lighting Festival di Ketep Pass Magelang 2017. (FOTO: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, GUNUNGKIDUL – Gelaran Bamboo Lighting Festival di Ketep Pass Magelang meraih sukses. Upaya menghidupkan wisata malam di kawasan sejuk Lereng Merapi itu berhasil dengan baik. Terbukti selama tiga hari festival digelar, 20-22 Oktober 2017, pengunjung tercatat mencapai 5.432 orang.

"Alhamdulillah. Pengunjung membludak. Melebihi target yang kami tetapkan," ujar Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Ketep Pass, Edward Alfian, Senin (23/10).

Pengunjung Festival Bambu yang baru pertama digelar di Indonesia ini tidak hanya datang dari Magelang. Dari plat mobil yang terparkir, beberapa datang dari luar kota seperti Semarang, Salatiga, Solo, Yogya dan sekitarnya. Bahkan ada yang datang dari Samarinda, Kalimantan Timur.

SELAMATAN-GUNUNG-KIDULapr5u.jpgKirab kesenian tradisional sejumlah Desa wisata Kabupaten Magelang, stand pameran produksi Bamboo Lighting, Gunungan, pameran Tosan Aji (Keris Sejarah)

"Saya penasaran dengan event ini. Bambu yang dibuat lampu dengan berbagai ukiran dan ukuran, pasti keren. Ternyata benar-benar keren," ujar Fatah yang tinggal di Samarinda dan datang bersama anak dan istrinya. Fatah datang Sabtu malam saat bintang tamunya Uyau Moris.

Ya, festival Ketep ini memang tidak hanya menyuguhkan keindahan bambu ukir yang dijadikan lighting dan menerangi gelapnya Puncak Ketep. Serangkaian kegiatan seni budaya pun menyertai. Mulai dari kirab kesenian tradisional sejumlah Desa wisata Kabupaten Magelang, stand pameran produksi Bamboo Lighting, Gunungan, pameran Tosan Aji (Keris Sejarah)  dan pentas musik.

Tidak hanya musik jazz, berbagai aliran musik pun tampil dalam gelaran di ketinggian 1.200 mdpl ini. Uyau Moris, yang tampil pada malam Minggu, memang tampil spesial. Musisi dengan alat musik Sape (khas Dayak) ini mampu menghangatkan dinginnya Ketep Pass. Kabut yang sempat turun, membuat panggung tampak seperti menggunakan smoke dry ice. Kabut putih itu diterpa sorot lampu warna-warni menjadi indah sekali.

bamboo2wi7qr.jpg

Sejumlah lagu hits mengalun. Pengunjung pun turut melantunkan syair lagu yang musiknya dimainkan Uyau Moris. Di akhir pertunjukan yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang dan Ketua DPRD Kabupaten Magelang ini, Uyau Moris mengajak pengunjung menyanyikan "Rayuan Pulau Kelapa."

Lampu panggung dimatikan. Dengan penerangan lilin bambu dan lampu hape yang dinyalakan, suasana malam pun menjadi syahdu dan khidmat. 

Usai pentas malam itu selesai, pengunjung banyak yang tak beranjak dari sekitar panggung. Ada yang berebut foto bersama Uyau Moris. Ada yang berfoto di spot lampu Lighting Bamboo. Pengunjung baru benar-benar bersih saat Pengelola Ketep Pass menyampaikan pengumuman lewat pengeras suara bahwa pukul 23.00 lokasi akan ditutup untuk persiapan kegiatan Minggu pagi. Yakni pameran Tosan Aji (keris tradisional).

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang bersama warga dan Pengelola Ketep Pass ini akan dijadikan kalender wisata rutin tahunan. "Kami akan lakukan evaluasi demi perbaikan penyelenggaraan tahun depan. Berbagai masukan kami terima untuk penyempurnaan," tandas Edward Alfian. (*)

bamboo47s1RU.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

bamboo5H1mXC.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

bamboo7koPG.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

bamboo8Zh0HB.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

bamboo9mgE1R.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

bamboo10CSfmL.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

bamboo11mTv6.jpgFoto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia

YOSSIpmDsO.jpgPenampilan Uyau Moris pukau dan mengajak pengunjung menyanyikan Rayuan Pulau Kelapa. (Foto: Erwan Widyarto/TIMES Indonesia)

Jurnalis :
Editor : Khoirul Anwar
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search