TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Pemkab Banyuwangi dan BNI 46 Resmikan E-Retribusi untuk Pedagang Pasar

25/10/2017 - 15:00 | Views: 9.08k
Catur Budi Harto (kiri) bersama Bupati Anas dalam peluncuran e-retribusi di Pasar Banyuwangi. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) meresmikan program e-retribusi untuk pedagang pasar di Pasar Induk Banyuwangi, Rabu (25/10/2017).

Pembayaran retribusi pasar yang sebelumnya dilakukan secara tunai dengan bukti karcis, akan berubah menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran retribusi setiap hari.

Selain pengalihan pembayaran ke arah non tunai, dikatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, e-retribusi juga akan mendekatkan pedagang pasar kepada dunia perbankan. Selain pengisian saldo tabungan, kartu itu menjadi identitas pedagang pasar, mengambil uang tunai di mesin ATM, pembayaran e-Toll, TapCash (uang elektronik BNI), dan penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

"E-retribusi ini bisa mendekatkan pedagang pasar dengan dunia perbankan. Karena sejauh ini kan belum banyak yang mengenal perbankan. Kita berharap mereka bisa mendapatkan kredit dari bank dan menjauhi bank harian (rentenir pasar red)," kata Anas setelah acara peluncuran.

Anas menargetkan, semua pasar tradisional di Banyuwangi terutama yang berskala menengah, akan terlayani sistem ini secara bertahap. Sejauh ini, selain Pasar Induk Banyuwangi, Pasar Blambangan juga telah menerapkan e-retribusi atas kerjasama pihaknya dengan Bank Jatim.

"Ini untuk menyukseskan program pemerintah pusat yang menggalakkan gerakan nontunai, sekaligus mendukung cita-cita Presiden Jokowi dalam membentuk ekosistem digital di Indonesia," kata Anas lagi.

Sementara itu, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto mengatakan dari total 900 pemilik kios di Pasar Induk Banyuwangi, 600 diantaranya dinilai aktif dan telah didaftarkan dalam program e-retribusi ini. Kini pihaknya tengah mencetak kartunya yang membutuhkan waktu beberapa hari dan akan langsung dibagikan kepada para pedagang.

"Ini bagian dari upaya kami mengedukasi masyarakat tentang layanan perbankan yang sudah sarat teknologi. Pedagang juga bisa mengakses pembiayaan nantinya karena kita sudah bermitra dalam sistem e-retribusi," kata Catur.

Program E-Retribusi pasar ini diharapkan dapat berjalan di seluruh Indonesia melalui revitalisasi pasar-pasar tradisional berupa revitalisasi fisik, revitalisasi sosial, revitalisasi ekonomi, serta revitalisasi managemen.

Dengan demikian, diharapkan program E-Retribusi pasar dapat diimplementasikan dengan sebaik mungkin sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat menuju Indonesia yang lebih makmur. (*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search