TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Panglima TNI Ditolak AS, GM FKPPI: Itu Bentuk Pelecehan pada Indonesia

22/10/2017 - 22:42 | Views: 4.43k
Ir R. Agoes Soerjanto, ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur (FOTO: Dok.TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Penolakan otoritas AS pada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan menghadiri Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations ( VEOs) pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC, AS, mendapat respons berbagai pihak. Salah satunya dari PD XIII GM FKPPI Jawa Timur.

Ormas kepemudaan dengan anggota anak-anak TNI dan Polri ini menilai penolakan pemerintah AS itu sangat tidak etis. Bahkan bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan pada bangsa Indonesia. 

"Jika dilihat kronologinya, undangan kepada Panglima TNI itu kan sudah direncanakan matang, tidak mungkin mendadak. Tapi, mengapa tiba-tiba ditolak,’’ ucap Ir R. Agoes Soerjanto, ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, pada TIMES Indonesia beberapa saat lalu (22/10/2017).

Untuk diketahui, Panglima TNI memenuhi undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F. Durford, Jr untuk hadir dalam Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations ( VEOs) pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC, AS.

Gatot beserta istri sudah datang ke Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk penerbangan Emirates EK 0357, Sabtu (21/10/2017) pukul 17.50 WIB. Namun setelah mendengar tidak jadi berangkat, Gatot langsung bertolak ke Malang, Jawa Timur, via Bandara Juanda, Sidoarjo, dengan pesawat Garuda. Selanjutnya panglima melakukan perjalanan darat ke Malang, Jatim, untuk nonton gelaran Wayang Kulit di Lapangan Belanegara, Rampal.

Agoes menilai, penolakan itu dilakukan otoritas AS secara mendadak. Sehingga sangat jelas ada unsur kesengajaan dari pihak otoritas AS. Padahal, Gatot dengan segala kesibukan sebagai pimpinan TNI di dalam negeri, telah berusaha meluangkan waktu menghormati undangan AS. “Nah mengapa ditolak. Ini kan jelas penghinaan kepada Indonesia,’’ tandas Agoes.

Untuk itu, GM FKPPI Jawa Timur mendesak kepada Menteri Luar Negeri Indonesia segera minta klarifikasi mengapa terjadi penolakan tersebut. OKP ini juga meminta Dubes AS di Indonesia juga memberikan klarifkasi yang jelas.

“Jangan sampai berita penolakan AS terhadap panglima TNI  menjadikan isu yang semakin tidak jelas dan merugikan nama baik panglima dan TNI,’’ tegas Agoes. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search