TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Koalisi PKB-PDI Perjuangan Tak Lagi Mesra, Ketua Komisi I ”Dikudeta”

22/10/2017 - 08:48 | Views: 5.42k
ILUSTRASI: PDIP (FOTO: Jawa Pos)

TIMESBANYUWANGI, SUMENEP – Kemesraan koalisi antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan tidak lagi terlihat di Parlemen DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, telah terjadi aksi ”kudeta”  terhadap ketua Komisi I dari kader PDI Perjuangan yang ”diambil alih” oleh kader PKB Sumenep.

Selama ini, koalisi parlemen PKB dan PDI Perjuangan, memutuskan jatah Ketua Komisi I merupakan jatah PDI Perjuangan. Akan tetapi, dalam perjalanannya jatah tersebut telah diingkari, kini Ketua Komisi I diganti kader PKB Sumenep.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Abrari Alzael mengatakan, cukup merasakan jika jatah posisi ketua Komisi I telah dikudeta. Sebab, dari awal sudah sepakat bahwa Ketua Komisi I adalah pos PDI Perjuangan. Namun, faktanya, hari ini justru diambil alih oleh pimpinan koalisi itu sendiri.

”Peristiwa ini merupakan takdir politik yang dialami PDI Perjuangan. Kami memang merasa dikudeta karena sesuatu dan lain hal,” terang Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Abrari, kepada wartawan di Sumenep.

Pihaknya saat ini terus merapatkan barisan dan tetap solid untuk menjaga marwah partai. Kedepan, lanjutnya, PDI Perjuangan diam atau ada cara lain untuk menatap kehidupan politik lebih baik di parlemen.

”Kami merasa, Engkau yang mulai dan engkau yang mengakhiri,” kata Abrori meminjam lirik lagu Kegagalan Cinta milik Rhoma Irama.

Sementara itu, salah satu kader Partai Demokrat setempat, M Hanafi, mengaku lebih baik tidak berkoalisi dari pada akan menyakiti. Bahkan, Demokrat sendiri tidak berkoalisi dalam proses “bagi-bagi jabatan” di legislatif.

”Lebih baik tidak berkoalisi dari pada menyakiti,” ujar M Hanafi yang juga Wakil Ketua DPRD Sumenep itu.

Kendati demikian, pihaknya tidak dalam rangka mengoreksi koalisi PKB dan PDI Perjuangan di parlemen. Tapi, peristiwa tersebut mengindikasikan koalisi yang dibangun selama tidak solid.

”Tapi maaf, Demokrat tidak dalam posisi menilai dapur koalisi mereka (PKB dan PDI Perjuangan, red), tapi Demokrat akan melihat apa yang akan terjadi kedepannya. Lihat saja apa perkembangannya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, koalisi yang terbangun bukan hanya PKB dengan PDI Perjuangan. Tapi, Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra dan PPP ada dalam lingkup koalisi tersebut. (*)

Jurnalis : Busri Toha
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search