TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

BPOM Surabaya Musnahkan Obat dan Kosmetik Ilegal 

04/10/2017 - 17:13 | Views: 5.34k
BPOM Surabaya musnahkan obat dan kosmetik ilegal di halaman Aula Balai Besar BPOM Surabaya, Rabu (4/10/2017).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Memperingati Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menggelar pemusnahan obat dan kosmetik ilegal di Aula Balai Besar BPOM Surabaya, Jalan Karangmenjangan Nomor 20, Surabaya, Rabu (4/10). 

Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf, Kepala BPOM Dra. Hardaningsih, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman, berikut jajaran.

"Sebagian besar adalah produk tidak terdaftar, obat tradisional, kosmetik ilegal dan kosmetik mengandung bahan berbahaya. Ada obat kuat juga ini yang tidak terdaftar atau ilegal," kata Hardaningsih seusai pemusnahan.

Hardaningsih juga mengungkapkan, saat ini masih ada beberapa truk obat-obatan ilegal yang masih diamankan BPOM Surabaya, untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan. Adapun, pemusnahan obat-obatan ilegal yang kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp 5 miliar itu, akan dilakukan secara bertahap.

"Yang mau dimusnahkan itu beberapa truk atau sekitar Rp 5 miliar. Itu kita peroleh dari awal tahun 2017 di seluruh Jawa Timur," terang Hardaningsih.

Barang yang dimusnahkan antara lain obat ilegal, obat tanpa ijin edar, obat kadaluarsa, obat tradisional tanpa ijin edar dan yang mengandung bahan kimia obat, kosmetik tanpa ijin edar dan mengandung merkuri.

"Obat ilegal adalah obat yang tidak berijin dan kita tidak tahu siapa yang memproduksi, kita tidak tahu apa bahan sebenarnya, yang ketiga dosisnya jelas atau tidak," terangnya.

Dari hasil operasi di lapangan yang paling banyak diamankan adalah kosmetik ilegal, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan obat tradisional ilegal. Sementara untuk obat-obatan ilegal dan berbahaya, mengalami penurunan.

"Obat tradisional dilarang karena mengandung bahan kimia obat dan ini sangat berbahaya," tuturnya.

Bahkan, meski beberapa waktu lalu dikabarkan maraknya peredaran Pil PCC, di Jawa Timur menurutnya tidak ditemukan. Meski pun sempat ada gudang penyimpanan Pil PCC yang digerebek di Surabaya, itu hanya tempat transit untuk di kirim ke wilayah Indonesia bagian Timur.

"Untuk PCC di lapangan itu kita nggak menemukan kalau di Jawa Timur. Tapi jangan sampai juga sekarang jadi gudang transit terus entar bocor, nanti bisa beredar di sini," kata Hardaningsih.

Sesuai himbauan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, bahwa Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat ini digagas dengan tujuan utama memberantas obat ilegal dan penyalah gunaan obat dari Indonesia hingga ke akar - akarnya. 

"Didasari oleh maraknya kasus penyalah gunaan obat akhir - akhir ini mendorong BPOM mencanangkan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat," tegas Hardaningsih.

Sebelumnya, secara serentak BPOM di seluruh Indonesia juga telah melakukan operasi terpadu khusus pengawasan obat yang sering disalah gunakan, terutama obat - obatan tertentu (OOT). Selain itu, juga dilakukan audit terpadu ke sarana - sarana produksi dan distribusi resmi guna memverifikasi penarikan dan pemusnA. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search