TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Jokowi Layak dapat Nobel Perdamaian, Aksi 299 Harus Jalan Terus

28/09/2017 - 13:24 | Views: 5.43k
Presiden RI, Joko Widodo. (Foto: Dok/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai layak mendapat Nobel Peace Prize karena ia adala sosok pemerhati Hak Asasi Manusia. Hal itu bisa dilihat dari perjuangan konkritnya memperuangkan dan melindngi Hak Asasi Manusia dalam skala nasional dan Internasional.

Jokowi sebagai Kepala negara Republik Indonesia, telah membuktikan dan melakukan tindakkan-tindakkan konkrit. Bukan hanya mengumbar janji, tapi telah melakukan hal nyata, telah memperjuangkan dan melindungi Hak Asasi Manusia baik skala international, nasional dan regional.

“Misalnya, soal penegakkan hukum seperti yang telah banyak diketahui publik. Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi telah bersikap tegas, tanggap dan cepat menyikapi tragedi yang terjadi di Myanmar yang menimpa keluarga muslim Rohignya,” jelas Chairman John Caine Center (JCC), Najib Salim Attamimi, Kamis (28/9/2017).

Apa yang diperjuangkan Presiden Jokowi katanya, adalah tindakan konkrit yang telah ia lakukan selama selama menjabat Presiden RI. Presiden Jokowi tidak henti-hentinya dalam memperjuangkan warga dan negara kemerdekaan Palestina.

“Presiden Jokowi selalu konsen memperjahikan hal serupa yang terjadi di belahan dunia. Hal yang paling luar biasa saat Presiden Jokowi hadir ditengah-tengah ratusan ribu umat saat melakukan aksi 212 di Jakarta,” katanya.

Saat itu, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan memberikan dukungan penuh kepada tokoh yang menggelar aksi 212 itu. Selain itu, skapnya sangat mengayomi dan melindungi aksi tersebut, sehingga aksi berjalan damai.

Presiden Jokowi jelas Najib, telah menjamin hak-hak konstitusi yang dimiliki oleh rakyak Indonesia serta jajarannya atau aparat keamanan secara konsisten menjaga dan melestarikan demokrasi yang teladan di Republik Indonesia. “Hal itu salah satu alas an layak mendapatkan nobel Perdamaian,” katanya.

Sementara itu, jika melihat sikap Presiden Jokowi yang sangat bijaksana, tak seharusnya beberapa tokoh di Indonesia yang tidak meneladinya. Menyontohnya dan meniru jejak Jokowi. “Saya terperanjat melihat sikap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, yang melarang rakyat ikut aksi 299 yang akan digelar Jumat (29/9/2016) besok,” aku Najib.

Pernyataan melarang secara sepihak umat Islam melakukan demonstrasi 299 untuk menolak Perppu Ormas dan PKI itu katanya adalah hal yang tidak etis dan mencederai demokrasi.

“Setiap warga Negara berhal menyampakan aspirasinya. Salah satunya dengan aksi itu. Mengapa harus dilarang. Saya sangat menyayangkan imbauan itu,” kata di Jakarta.

Padahal, sosok Kiai Mafruf Amin, adalah sosok atau ulama yang sangat dihormati dan bersatu padu dengan tokoh-tokoh Islam memperjuangkan dan menjaga konstitusi dan demokrasi yang dililiki warga negara untuk memperjuangkan kepentingan mayoritas secara nasional. “Seharusnya tidak demikian. Silahkan aksi 299 jalan terus, sebagai dinamika demokrasi,” katanya.

Yang lebih disayangkan lagi tambah Najib, tokoh International yang selalu memperjuangakan Hak Asasi Manusia dam sangat aktif memperjuangakan hak-hak kelompok minoritas malah menentang kebebasan berekspresi yang dimiliki mayoritas umat Islam Indonesia.

“Saudara Hendardi yang memimpin Setara Institute malah bersikap demikian. Padahal dia adalah sosok tokoh pembela Hak Asasi Manusia, pejuang lintas agama atau dari berbagai etnis. Seharusnya sangat paham apa demokrasi, apa kebebasan berpendapat, bukan malah melarang aksi dan menyarankan menempuh jalur ke MK,” ujar Najib.

Melihat kondisi ini, Najib berharap kepada semua pihak untuk tidak membuat gaduh dan membingungkan masyarakat serta menimbulkan polemik yang menguras energi demi memperbaiki peradaban bangsa ini.

“Marilah kita hormati langkah-langkah kerja keras Presiden Jokowi dan apa yang menjadi langkah baik dan perjuangannya bisa dijadikan panutan dan teladan untuk kita sebagai rakyatnya,” katanya. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search