TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Ada Patroli Berkah dan Patroli Bersih di Perairan Banyuwangi, Apa Itu?

21/09/2017 - 14:33 | Views: 4.01k
Petugas Satpolair Banyuwangi, saat melakukan patroli. (Foto : Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Program Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Banyuwangi, Jawa Timur, berikut ini patut dijadikan contoh. Demi meningkatkan kesadaran hukum, kesadaran menjaga kelestarian lingkungan serta memupuk Nasionalisme, mereka menggelar Patroli Berkah dan Patroli Bersih. 

Apa itu? Menurut Kasat Polair Polres Banyuwangi, AKP Subandi, Patroli Berkah dan Patroli Bersih adalah kegiatan rutin yang digeber setiap hari Kamis, serta momen-momen khusus. Di sini, petugas lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Mereka membagikan nasi bungkus kepada nelayan. Sekaligus menularkan kesadaran hukum, pelestarian lingkungan serta sosialisasi paham radikalisme.

"Yang rutin kita lakukan hari Kamis, karena untuk nelayan di Banyuwangi, hari Kamis adalah hari terakhir melaut dalam sepekan, hari Jumat biasanya mereka libur," ucapnya, Kamis (21/9/2017).

Dalam pelaksanaan, untuk memberi contoh kepada para nelayan, petugas juga memunguti sampah yang bertebaran di laut. Sekaligus bercengkerama penuh keakraban dengan setiap nelayan yang ditemui.

“Dan hasilnya kini nelayan tak lagi takut dengan Polisi, mereka lebih terbuka, sehingga lebih memudahkan tugas kita dalam menjaga keamanan perairan di Banyuwangi,” ungkap Subandi.

Perwira polisi asal Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini bercerita, Patroli Berkah dan Patroli Bersih tercetus dari pengalaman jajaran Satpolair Bumi Blambangan, saat berpatroli. Mereka sering kali melihat segerombol nelayan yang sedang melaut makan bersama-sama dalam satu nampan. Dan itu dilakukan bukan lantaran kebersamaan, namun keterbatasan persediaan makanan saat melaut.

“Kita sampaikan pada para Kepala Cabang Komunitas Maritim, dan mereka tertarik untuk berbagi pada nelayan, akhirnya setiap Patroli Berkah dan Patroli Bersih mereka menyumbang sejumlah nasi bungkus,” kisah Kasatpolair. (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Khoirul Anwar
Publisher :
Copyright © 2017 TIMES Banyuwangi
Top

search Search