TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Mantan Napi Divonis Hukuman Percobaan, Putusan Hakim PN Banyuwangi Tuai Kritik

10/10/2019 - 21:27 | Views: 1.06k
Stefanus, Korban penganiayaan di tempat hiburan Mascot, Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. (Foto : Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Banyuwangi (PN Banyuwangi), atas kasus penganiayaan yang menimpa Stefanus, di tempat hiburan Mascot, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, menuai kritik.

Itu terjadi lantaran Majelis Hakim yang diketuai Heru Setiyadi SH, telah menjatuhkan vonis yang dinilai cukup kontroversial. Agus Iriyanto alias Aik, selaku terdakwa kasus penganiayaan dengan Nomor Perkara 522/Pid.B/2019/PN Byw, hanya dijatuhi hukuman 5 bulan dengan 10 bulan masa percobaan.

Padahal, dalam catatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Banyuwangi, pada 4 April 2014, Aik pernah dihukum selama 25 hari atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"PN Banyuwangi kok memberi putusan masa percobaan ya?. Padahal rata-rata kasus yang serupa selalu divonis kurungan penjara," ucap Nanang Selamet, SH, aktivis yang juga Advokat Muda di Banyuwangi, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, kondisi seperti ini adalah momentum berharga bagi kalangan pengacara, mahasiswa hingga praktisi hukum di Bumi Blambagan. Yakni kesempatan untuk bersatu membuka ruang diskusi berbasis keilmuan.

Tujuanya bukan melawan keputusan Hakim, tapi berperan serta dalam penegakan supremasi hukum di Indonesia. "Mari semua bersatu, hadir sebagai penyeimbang," katanya.

Terkait usaha menempuh banding yang dilakukan kuasa hukum Stefanus, si korban penganiayaan di tempat hiburan Mascot, Nanang mengaku sependapat. Karena itu adalah langkah sesuai prosedur per Undang-Undangan.

Sementara itu, dalam kasus yang menjerat Aik, selaku owner tempat hiburan Mascot, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mulyo Santoso SH, juga mengaku akan menempuh banding. Terlebih dalam berkas, dia juga telah melampirkan putusan perkara yang pernah dilakukan terdakwa sebelumnya. 

"Putusan (sebelumnya) terlampir diberkas," jelas Mulyo Santoso, yang juga diketahui sebagai JPU dalam kasus KDRT yang dilakukan Aik terdahulu.

Namun sayang, awak media belum bisa meminta keterangan pada Heru Setiyadi SH, selaku Ketua Majelis Hakim kasus Stefanus. Hingga kini, dasar hukum yang dia gunakan untuk menjatuhkan vonis hukuman percobaan pada Aik, yang mantan Napi masih menjadi misteri.

Diberitakan sebelumnya, Stefanus, korban penganiayaan di tempat hiburan Mascot, mengaku tidak puas dengan putusan hakim PN Banyuwangi. Majelis Hakim yang diketuai Heru Setiyadi SH, dinilai janggal dalam mejatuhkan vonis terhadap Aik, si terdakwa. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2019 TIMES Banyuwangi
Top

search Search